Dilarang Beroperasi, Kusir Delman di Garut Dapat Kompensasi

SALAH satu delman saat melintas di Jalan Raya Leles, Kabupaten Garut, Jawa Barat, Selasa (29/6/2016).*

PEMKAB, (GE).- Kompensasi sebesar Rp 75 ribu akan diberikan Pemkab Garut kepada setiap pemilik delman yang berada di empat kecamatan yang menjadi jalur mudik. Konsekuensinya setiap pemilik delman dilarang untuk melakukan aktivitas selama arus mudik dan balik.

Kabid Angkutan Dinas Perhubungan (Dishub) Kabupaten Garut, Deni Desta mengatakan anggaran yang disiapkan untuk kompensasi tersebut mencapai Rp 500 juta. Nominal yang diberikan tersebut masih sama dengan tahun lalu.

“Ada 527 pemilik delman yang kami beri kompensasi. Uang itu sebagai ganti rugi karena mereka tidak beroperasi selama arus mudik dan balik,” ujar Deni di Kantor Dishub Kabupaten Garut, Jumat (24/6).

Deni menyebut, keempat lokasi delman yang dilarang beroperasi yakni Kadungora, Leles, Limbangan, dan Malangbong. Pasalnya keempat titik itu merupakan akses utama jalur mudik di selatan.

“Pelarangan itu untuk menghindari kemacetan selama mudik dan balik. Soalnya di wilayah itu delman menjadi salah satu penyebabnya,” ucapnya.

Menurut Deni, penghentian sementara aktivitas delman itu dinilai efektif mengurangi kemacetan di jalur selatan. Nantinya uang kompensasi akan diterima kusir delman secara kolektif di kecamatan masing-masing.

Kasatlantas Polres Garut, AKP. Ardi Wibowo menjelaskan terdapat dua titik kemacetan di wilayah Garut. Yakni Limbangan dan Malangbong. Keberadaan pasar menjadi salah satu penyebab laju kendaraan melambat.

“Setiap tahun kawasan itu memang selalu padat. Jadi akan kami antisipasi agar tidak terjadi penumpukan kendaraan,” kata Ardi.

Masyarakat yang melintas di sekitaran pasar membuat kendaraan ikut tersendat. Pihaknya akan melakukan kanalisasi di sekitar pasar. Pihaknya juga akan menempatkan petugas untuk membantu masyarakat yang akan menyebrang.

“Jadi tempat menyebrangnya juga hanya di titik tertentu. Nanti petugas kami akan membantu warga saat akan menyebrang biar tidak mengganggu laju kendaraan,” ujarnya.

Selain keberadaan pasar, kondisi jalur dari Limbangan hingga Malangbong menjadi penyebab kepadatan arus lalu lintas. Pasalnya jalan yang dilalui berliku dan menanjak. (Farhan SN)***