Dilarang Berdagang di Pengkolan, Ratusan PKL Hampir Ngamuk di Pendopo

KOTA, (GE).- Ratusan pedagang kaki lima (PKL) yang biasa berjualan di sepanjang Jalan Ahmad Yani atau kawasan Pengkolan, Garut kota mendatangi Gedung Pendopo Kabupaten Garut. Para PKL sejak pagi hari telah menunggu untuk bertemu langsung dengan Bupati Garut. Senin (16/05/2016).

Para PKL tetap mendesak agar Bupati Rudy mengizinkan untuk berjualan di zona merah. Sementara Pemkab Garut telah menetapkan Jalan Ahmad Yani sepanjang 500 meter merupakan zona merah. Bahkan pelarangan tersebut telah dibuatkan perdanya (Perda nomor 12 tahun 2015).

Penanggung Jawab PKL, Awink, mengaku sudah 11 bulan para PKL tak memiliki kejelasan untuk berjualan. Sementara, gedung PKL 1 dan 2 yang dibangun pemerintah dinilai sepi pembeli sehingga para PKL tetap bersikeras berjualan di zona merah.

“Hanya beberapa orang yang bertahan di sana (Gedung PKL). Bagamaina solusinya dari pemerintah? Jika dipaksa pindah ke Gedung PKL, kami minta kompensasi dari pemerintah,” ucap Awink usai bertemu Bupati Garut.

Ia pun mempertanyakan pembinaan para PKL yang dilakukan Kadin Kabupaten Garut. Menurutnya, para PKL tak pernah dibina oleh Kadin. Apalagi ada yang mengklaim menjadi komite PKL.

“Kapan mereka membina PKL? Jadi seolah-olah mereka yang perjuangkan. Tapi tuntutan kami tak direalisasikan,” tandasnya.

Awink bersama para PKL bertekad akan tetap berjualan di zona merah. Terlebih saat memasuki bulan Ramadan.

“Sepertinya tidak ada solusi terbaik yang diberikan pemerintah kepada masyarakat kecil.” Keluhnya.

Saat berlangsung pertemuan di gedung Pendopo, sempat terjadi perdebatan memanas antara Bupati Garut dengan sejumlah PKL usai berdialog. Sementara itu Bupati tetap tegas dengan aturannya. Bupati bahkan menanyakan aturan yang dipakai PKL untuk bisa berjualan di zona merah.

“Aturan anak istri pak. Kasihan anak istri kalau tidak berjualan!” kata salah seorang PKL kepada Bupati.

Bupati Garut, Rudy Gunawan, mengaku “keukeuh” tak akan memberi izin bagi PKL di zona merah. Rudy akan langsung memeriksa kawasan Pengkolan agar terbebas dari PKL.

“Kami tetap akan memindahkan mereka (PKL) ke Gedung PKL. Jika di gedung PKL masih sepi, kami akan mengadakan bazar untuk memancing pembeli,” tukasnya.

Nantinya para PKL yang patuh dengan aturan dari Pemkab akan diberikan gerobak untuk mengikuti bazar. Rudy menegaskan, bahwa pemerintah sudah sepekat untuk menyelesaikan masalah PKL. (Tim GE)***