Dikhawatirkan Atap Bangunan Ambruk, Pelayanan Pustu Dangdeur Terpaksa Dipindahkan ke Kantor Desa

Puskesmas Pembantu (Pustu) Dangdeur, Desa Dangdeur, Kecamatan Banyuresmi, Kabupaten Garut, beberapa bagian bangunannya sudah tampak sudah rusak.***

GARUT, (GE).- Keberadaan puskesmas pembantu (Pustu) tentunya sangat dibutuhkan warga, khususnya di wilayah pedesaan. Namun, keberadaan Pustu ini terkadang luput dari perhatian pemerintah daerah. Seperti halnya Pustu Dagdeur di kawasan Kecamatan Banyuresmi, Kabupaten Garut.

Menurut Kepala Pustu Dangdeur, Lina Setaianah, AMD Kep., saat ini kondisi bangunan Pustu yang dipimpinnya sangat memprihatinkan. Bahkan, saat tibanya musim hujan seperti sekarang, kondisi Pustu kondisi semakin semakin parah, terutama bagian atapnya yang sudah semakin keropos.

Bagian atap Pustu Dangdeur, sudah keropos dan dikhawatirkan ambruk. Kondisi seperti ini sudah berlangsung beberapa tahun terakhir.****

“Kahawatir dengan kondisi Pustu seperti ini. Tentunya ini akan mengganggu pelayanan kesehatan masyarakat.Kita juga khawatir kondisi bangunan Pustu yang sudah keropos ini. Ruangan tempat pelayanan dan pengobatan juga sudah pada ambrol,” tutur Lina, belum lama ini.


Dikatakannya, terkait keberadaan Pustu Dangdeur yang sudah rusak tersebut, pihaknya sudah mengajukan permohonan kebada pemerintah sejak tahun 2015. Namun hingga saat ini belum ada relisasi apapun dari pemerintah, sehingga kerusakan bangunan pustu makin parah.

“Padahal kami sudah mengajukan permohonan perbaikan pustu ini. Namun hingga saat ini belum ada relisasinya. Kasihan warga banyak yang mengeluh dan khawatir jika sesekali terjadi hal yang tidak diinginkan,” keluhnya.

Dikatakannya, untuk mengantisipasi hal yang tidak diinginkan, semisal ambruknya bangunan Pustu, Kepala Desa Dangdeur, Kecamatan Banyuresmi, Giri Ginanjar berinisiatif membantu dengan memberikan ruangan di aula kantor desa untuk pelayanan Pustu sementara.

“Ya, ini inisiatip saja, kan kami khawatir dengan kondisi Pustu yang sudah rusak itu. Kita memberikan tempat sementara di sebagian ruangan (aula) kantor desa. Kita berharap tentunya pemerintah segera mersespon untuk memperbaiki bangunan Pustu ini. Pustu kan salah satu kebutuhan masyarakat yang cukup vutal juga,” ujar Giri Ginanjar. (ER)***

TULIS KOMENTAR KAMU DI SINI