Difteri Mewabah, Delapan Warga Kembali Harus Dirawat di RSUD dr Slamet Garut

GARUT, (GE).- Meski belum dipastikan positif terserang wabah difteri, namun delapan orang warga Garut harus mendapat perawatan di RSU dr Slamet Garut. Kepala Dinas Kesehatan, Garut, dr Tenny Swara Rifai yang kerap disapa Aa Tenni, menyebut kedelapan pasien tersebut belum dipastika positif difteri, karena belum ada hasil pemeriksaan dari Labkesda Bandung.

“Meski suspect difteri, namun bisa menyebabkan pasien meninggal dunia, hal tersebut terjadi bukan akibat dari virus difterinya. Biasanya, orang yang meninggal dunia saat suspect difteri karena faktor lain yang kebetulan gejalanya mirip difteri, jadi ada faktor lain penyebabnya, bukan akibat difteri,” ujarnya, Senin (29/1/18).

Kadinkes menegaskan, pihaknya terus berupaya menggencarkan penyuluhan melalui Puskesmas dan lainnya. Selain itu, sebagaimana arahan dari Kementerian Kesehatan yang menginstruksikan agar melakukan imunisasi masal.


“Hingga saat ini kita memang belum melakukan imunisasi masal di Kabupaten Garut. Namun saat ini Kemenkes sudah menginstruksikan agar dilakukan hal tersebut. Kegiatan imunisasi masal sendiri baru akan dilakukan di minggu kedua di bulan Februari 2018 ini, dan targetnya sendiri adal 42 kecamatan yang ada di Garut,” katanya.

Selama kegiatan imunisasi masal sendiri, diungkapkan Kadinkes, warga bisa mendapatkan hal tersebut di Pos PelayananTerpadu (Posyandu), Pusat Kesehatan Masyarakat (Puskemas), atau bahkan di sekolah. Program imunisasi masal itu sendiri, rencananya akan dilakukan secara serentak di seluruh kecamatan sehingga masyarakat bisa mengaksesnya dengan mudah.

“Masyarakat pun harus melakukan hal yang berkaitan dengan menjaga agar tidak terkena, karana penyakit itu kaitannya dengan orangnya, daya tahan tubuh, hingga lingkungan. Jadi masyarakat harus membiasakan dengan pola hidup sehat, mulai dari asupan makanannya yang sehat, menjaga lingkungan yang bersih juga harus,” ungkapnya. (Tim GE)***

TULIS KOMENTAR KAMU DI SINI