Diduga terlibat Kampanye, Anggota BPD di Wanaraja Terancam 1 Tahun Penjara

GARUT, (GE).- Seorang pria berinisial CP anggota BPD sebuah Desa di Kecamatan Wanaraja, terpaksa harus berurusan dengan Panwaslu setempat. Ia dipanggil untuk dimintai keterangan terkait salahsatu postinganya di Medsos yang terindikasi merupakan kegiatan kampanye.

Pemanggilan terhadap CP dilakukan pada Selasa sore, (13/11/20). Menurut ketua Panwascam Wanaraja, Asep Burhanudin S.Pd.I., pemangilan terhadap yang bersangkutan merupakan temuan dugaan pelanggaran pidana Pemilu. Anggota BPD tersebut, kata Asep, pada 10 November lalu diduga kuat menghadiri acara konsolidasi pemenangan salahsatu Paslon peserta Pemilu, kemudian mengunggah poto kegiatanya di medsos.

“Kita masih melakukan penelusuran awal dengan memangil terduga, berikut beberapa orang saksi untuk memenuhi syarat formil dan materil terkait dugaan pelanggaran tersebut. Apa yang dilakukanya diduga telah melanggar Undang – undang Nomor 7 Tahun 2017 tentang Pemilu. Disana dijelaskan bahwa anggota BPD dilarang terlibat dalam kegiatan kampanye. Bila nantinya memenuhi unsur, CP dapat dijerat pasal 280 ayat 3 yakni pidana kurungan selama 1 tahun dan denda paling banyak 12 juta”, tegasnya.

Arsip berupa hasil tangkapan layar dari postingan CP, sementara menjadi alat bukti pihak Panwas. Hingga saat ini klarifikasi terhadap beberapa orang saksi terus dilakukan oleh divisi hukum dan penindakan Panwascam Wanaraja.

“Jika temuan yang mengarah kepada tindak pelanggaran pidana Pemilu ini memenuhi cukup unsur dan bukti, kita akan segera limpahkan ke sentra Gakkumdu agar diproses lebih lanjut. Masih ada beberapa hari untuk kita telusuri lebih jauh. Untuk sementara ini, yang bersangkutan berikut saksi – saksi yang kita mintai keteranganya, cukup koperatif. Mereka hadir dan menjawab seluruh pertanyaan yang kita lontarkan”, terangnya. ***Donimelody***

TULIS KOMENTAR KAMU DI SINI