BREAKING NEWS : Diduga Mencuri Kerbau, Adul Nyaris Tewas Diamuk Massa

Warga di Desa Panggalih, Kecamatan Cisewu, Kabupaten Garut, beramai-ramai menghakimi Adul (30) yang diduga telah mencuri kerbau milik Dadang, warga setempat, Sabtu (8/4/2017)/ foto:Deni/"GE"

GARUT, (GE).- Peristiwa amuk massa kembali terjadi di kawasan Garut Selatan (Garsel), Jawa Barat. Amukan warga ini dipicu hilangnya seekor kerbau milik Dadang, warga Kampung Sukanagara, Desa Panggalih, Kecamatan Cisewu, Kabupaten Garut. Pencurian diduga dilakukan pada malam hari.

“Saya kaget saat memeriksa kandang, kerbau saya telah hilang. Saat itu saya langsung memberitahukan kepada tetangga dan warga lainnya,” kata Dadang, Sabtu (8/4/17).

Pagi itu, Dadang bersama warga pun langsung beramai-ramai melakukan pencarian. Karena masih ada jejak kaki kerbau, sangat mudah bagi warga menelusuri ke mana arah larinya si pencuri. Akhirnya, sekira pukul 14.00 WIB, di hari yang sama, warga mendapati kerbau yang diduga milik Dadang tengah dituntun seseorang. Tak menunggu aba-aba sebelumnya, orang yang menuntun kerbau tersebut langsung dikeroyok puluhan warga hingga babak belur.


“Ya, sekitar jam dua siang kami menemukan kerbau milik Kang Dadang sedang dituntun seseorang. Dan warga pun menghajarnya habis-habisan hingga babak belur, hampir tewas,” ungkap warga lainnya.

Menurut Holid, Kepala Desa Panggalih, Kecamatan Cisewu, beberapa saat usai dihajar massa orang yang diduga mencuri kerbau milik Dadang ini mengaku bernama Adul (30), warga Kampung Cibaregbeg, Desa Indralayang, Kecamatan Caringin.

“Orang ini (pelaku/red) mengaku warga Kampung Ciberegbeg. Ia mengaku bernama Adul. Untuk menyembuhkan luka-luka akibat amuk massa, kita langsung  membawanya ke Puskesmas untuk mendapatkan perawatan,” ungkapnya.

Terkait kejadian ini, Kapolsek Cisewu, AKP Yayat Hardiat, mengaku belum menerima laporan resmi dari masyarakat.

“Hingga saat ini (Sabtu/8/4/17-red) Saya belum mendapat laporan dari warga terkait aksi massa ini. Kita akan cross chek dulu,” tukasnya. (Deni-Siti/GE)***

Editor: Kang Cep.

TULIS KOMENTAR KAMU DI SINI