Diduga Melakukan Penipuan, YA Dilaporkan ke Polisi

KUASA hukum Neneng (paling kanan) Acong Latif, S.H., menunjukkan surat penerimaan laporan dari Polres Garut, Senin (3/4/18).***

GARUT – Seorang dosen perguruan tinggi swasta di Garut, YA, dilaporkan oleh Neneng (38) atas dugaan penipuan. Neneng bersama empat orang saudaranya dijanjikan akan diberikan uang kompensasi atas penjualan sebidang tanah di kawasan Garut Kota. Namun sampai saat ini uang kompensasi itu tak kunjung diberikan. Merasa ditipu, Neneng didampingi kuasa hukumnya melaporkan tindak penipuan yang dilakukan YA ke Polres Garut.

Surat tanda terima laporan tindak penipuan dari Polres Garut.*

“Neneng dan saudaranya telah ditipu oleh YA. Saya sebagai kuasa hukumnya telah melaporkan perbuatan YA,” ujar Acong Latif, S.H., yang bertindak sebagai kuasa hukum pelapor, kepada “GE” Senin (3/4/18).

Acong memaparkan, tindak penipuan yang dilakukan oleh YA yaitu menjanjikan uang konvensasi atas penjualan sebidang tanah di kawasan Garut Kota yang dulunya milik almarhum Jamhari yang merupakan kakek buyut pelapor. Saat itu, YA meminta korban untuk menandatangani persetujuan penjualan tanah tersebut dengan dijanjikan kompensasi sebesar Rp 300 juta.


“Peristiwa penandatanganan itu pada 3 Oktober 2016. Bertempat di Perum Rabani Karangpawitan. Sampai saat ini, YA tak ada niatan untuk memberikan kompensasi itu. Sehingga kami terpaksa melapor,” ujar Acong saat ditemui di Mapolres.

Atas kejadian tersebut, kata Acong, kliennya merasa tertipu dan akan memproses tindakan ini di meja hijau. Namun jika, YA menunjukkan itikad baiknya tentunya pihak keluarga pelapor akan lebih memilih diselesaikan secara kekeluargaan.

“Beberapa kali kalin saya mencoba menyelesaikan persoalan ini namun tak kunjung ada itikad baik dari YA. Sehingga jalur hukum terpaksa ditempuh. Tapi kalau YA ada itikad baik kemungkinan laporannya saya cabut dan diselesaikan secara kekeluargaan,” ucapnya.

Sementara itu, Kabag Humas Polres Garut, AKP Ridwan Tampubolon, membenarkan telah menerima laporan terkait dugaan penipuan itu. Saat ini Polisi sedang menanganinya.(MHI)***

TULIS KOMENTAR KAMU DI SINI