Diduga ada Kelalaian, Bayi Baru Lahir Tewas dengan Tubuh Membiru

JASAD Sitia Aisyah, bayi merah yang tewas mengenaskan di Klinik Persalinan Bunda Alya, Minggu (8/4/18). ***

GARUT, (GE).- Nasib malang diderita putra keempat pasangan suami istri warga Kampung Kapakan, Desa Karya Mekar, Kecamatan Pasirwangi, Garut, Jawa Barat, Cecep dan Ipah. Bayi merah yang baru lahir beberapa jam di Klinik Persalinan Bunda Alya, Jalan Cimanuk, pada hari Minggu (8/4/18) itu tewas mengenaskan.

Sekujur tubuhnya membiru. Pada sejumlah bagian badan dan kepalanya terlihat warna kemerah-merahan. Padahal, menurut keterangan keluarga korban, saat dilahirkan kondisi bayi yang lahir prematur pada usia kandungan delapan bulan itu dalam keadaan normal. Bahkan, Siti Aisyah – sang bayi malang itu, sempat terdengar menangis.

Pihak keluarga korban sendiri hingga kini tidak diberi tahu penyebab pasti kematian anaknya. Penyebabnya masih misterius. Karena itu, mereka menduga kematian anaknya tersebut akibat kelalaian pihak kelinik yang menangani proses persalinan.

DIREKTUR Klinik Persalinan Bunda Alya, dr. Dadan.***

Hingga Kamis (12/4/18), suasana duka masih menyelimuti keluarga Cecep. Ibu sang bayi malang, Ipah, masih tampak shock dan sedih. Ia tak menyangka jika anaknya hanya hidup dalam hitungan jam. Jasad sang bayi, kemudian dimakamkan di dekat rumah orang tuanya.

Menyikapi kejadian ini, pihak keluarga korban berencana melaporkan kejadian tersebut ke polisi karena menduga ada unsur kelalaian.

Direktur Klinik Persalinan Bunda Alya, dr. Dadan, membenarkan kejadian tersebut. Ia pun mengaku telah menyampaikan permohonan maaf atas kelalaian yang dilakukan karyawannya.

Dadan juga mengatakan, pihaknya sudah berusaha semaksimal mungkin memberikan pertolongan kepada bayi yang diduga kuat meninggal akibat kekurangan oksigen.

“Kalau pelayanan kami secara pribadi atau secara institusi dianggap kurang baik, ya kami mohon maaf. Ya, karena itu tadi, karena saya juga sudah mencek juga ketika masalah ini terjadi apa yang dilakukan perawatnya, katanya sudah menelepon ke dokter Amanda. Nah, dokter Amandanya itu ya misalkan teleponnya tidak terangkat, ya itu yang jadi masalahnya,” terang dr. Dadan kepada wartawan, Kamis (12/4/18).

Penjelasan teknis, dr. Dadan mempersilakan para wartawan untuk menanyakan langsung kepada dr. Amanda.

“Saya sebagai penanggung jawab, saya hanya bisa memohon maaf kalau seandainya keluarga Ibu Ipah, ibu bayi ini merasa kurang puas dengan pelayanan kami. Sebetulnya kami sudah berusaha semaksimal mungkin memberikan pelayanan terbaik. Tapi kalau memang tidak puas, ya kami juga mohon maaf untuk itu,” pungkas dr. Dadan. MHI/GE)***

Editor : SMS

TULIS KOMENTAR KAMU DI SINI