Diancam Masuk Neraka, Keperawanan Santriwati Ini Direnggut Oknum Guru Ngajinya Sendiri

GN (16) santriwati korban pencabulan oknum guru ngaji di kawasan Sukaregang, Kecamatan Garut kota, Kabupaten Garut./ foto: Andri/GE.

GARUT, (GE).- Baru-baru ini sejumlah sejumlah santri di kawasan Sukaregang, Kecamatan Garut Kota, Kabupaten Garut melaporkan oknum guru ngaji yang telah tega mencabuli santrinya sendiri. Sebelumnya, ‘GN’ (16) salah seorang santriwati mengaku sudah dinodai kehormatannya oleh ‘F’ (20) guru ngajinya sendiri.

Sebenarnya aksi pelecehan seksual yang dilakukan “F” warga Desa Lebakjaya, Kecamatan Karangpawitan, Kabupaten Garut telah berlangsung hampir setahun terakhir. Namun, karena diancam pelaku, ‘GN’ takut untuk melaporkan kejadian yang telah merenggut kegadisannya tersebut.

Baru setelah GN sakit dan mendapat perawan di rumah sakit, GN berani melaporkan kejadian bejat tersebut kepada orang tuannya. GN menceritakan kejadian memilukan yang telah menimpanya dalam rentang hampir setahun. Sebelumnya, Ia tak berani melapor karena intimadis guru ngajinya yang mengancam dirinya jika melaporkan seluruh keluarganya akan masuk neraka.


Menurut pengakuan GN, aksi bejat guru ngajinya ini telah dilakukan berkali-kali di tempat pengajiannya. Disamping itu, korban juga mengaku kerap dipukuli guru ngajinya. Menurut GN, selain dirinya, ada juga beberapa temannya yang menjadi korban bejat guru ngajinya yang mulai berani melapor.

“Awalnya biasa saja, satu waktu dia teh sakit terus minta diurus sama saya dan teman saya terus waktu itu dia nanya sama saya. Kamu sayang tidak sama aku kata dia teh, kata saya teh iya sayang tapi sebatas guru ngaji. Terus dia teh narik tangan saya trus narik badan, saya sempat menghindar tapi terus ditarik sampe …, ” tutur GN, tidak melanjutkan cerinya. Ia hanya bisa terisak menangis, beberapa hari yang lalau.

Sementara itu, Dedeh yang merupakan ibu korban sebelumnya sempat curiga mendapati beberapa curhatan anaknya yang ditulis dalam buku harian. Setelah mendengan cerita anaknya waktu dirawat di rumah sakit Dedeh kaget dan sempat shock.

“Awalnya ada yang beri tahu ke rumah katanya anak saya sakit di rumah si ustadz. Terus saya pergi ke sana, pas ditengok anak saya lagi sakit terus saya bawa ke rumah sakit. Pas anak saya sudah sembuh, perilakunya agak berbeda. Anak saya menganggap hp harus dirukiah. Dari situ saya curiga terus saya obati anak saya hingga akhirnya mengaku telah diperlakukan tidak senonoh oleh guru ngajinya,” ujarnya, lirih, Minggu (7/10/17)

Dengan adanya kejadian ni, keluarga korban berharap pihak kepolisian segera menangani kasus ini, dan menghukum pelakunya setimpal dengan perbuatan bejatnya. (Andri)***

Editor: Kang Cep.

TULIS KOMENTAR KAMU DI SINI