Di Rusunawa Ada Dangdutan Diantara Pengungsi Korban Banjir

CILAWU, (GE). – Banyak cara untuk meringankan derita yang membebani jiwa. Hiburan, bagi kebanyakan orang akan menjadi cara yang dipilih agar tak terlalu larut dalam kesedihan. Hal ini tampaknya yang sedang dilakukan para pengungsi korban banjir bandang Cimanuk di Rusunawa, Gandasari, Desa Mangkurakyat, Kecamatan Cilawu, Garut.

Jum’at sore, (30/9/16), usai berkumandang adzan dan menjalankan ibadah sholat ashar, para pengungsi tampak asyik bergoyang dangdut dengan iringan organ tunggal. Lagu lagu populer pun dilantunkan oleh penyanyi dadakan dengan merdunya. Penyanyinyapun diantara para pengungsi juga, tanpa menggunakan panggung pula.

“Yuk, mari.. Yang mau joget,” teriak perempuan usia belasan tahun dengan pakaian seadanya. Tak dinyana, ternyata nyanyinya bagus, suaranya tak kalah baik dari biduan panggung hajatan, yang mampu menggerakkan hati teman teman sesama pengungsi untuk melantai dan bergoyang dengan ceria.


Dari anak anak, remaja hingga bapak bapak dan ibu ibu pun ikut bergoyang ramai ramai bersama para relawan, seakan lupa kegetiran yang menimpa akibat bencana. Seakan lupa, peristiwa banjir bandang yang telah menghanyutkan rumah tinggal berikut isinya.

Seakan hilang bebam derita akibat kehilangan sebagian saudara atau bahkan anggota keluarganya. Seakan lupa bahwa dia sedang berada ditempat mengungsi yang tak pernah dibayangkannya.

Menurut Camat Cilawu, Ahmad Mawardi yang tampak intens mendampingi para pengungsi di wilayahnya ini, meski sekedar acara dadakan, namun dia menilai sebagai ide segar dan kreatif.

“Saya terharu melihat mereka tampak gembira menikmati hiburan. Jauh dibanding kemarin waktu mereka mulai tinggal disini, murung, menangis dan tampak bingung,”ujar Ahmad, diantara para pemgungsi.

Ahmad menambahkan, hiburan tersebut merupakan sumbangan dari relawan yang memang seniman musik yang biasa main dalam berbagai acara hiburan. “Ini murni sumbangan dari mereka untuk menghibur para korban bencana yang kami tampung di rusunawa ini,”imbuhmya.

Dijelaskan Ahmad, korban banjir yang menghuni rusunawa tersebut tercatat sebanyak 371 jiwa dari 95 kk. ” Mereka kami tampung dari beberapa lokasi terdampak bemcana, baik yang dari Lapang Paris, Cimacan, Sindangreret, dan lokasi lain yang datang sendiri dan mengaku menjadi korban banjir bandang Cimanuk, Selasa (20/9/2016) lalu,” kata Ahmad.

Selaku pimpinan wilayah, Ahmad menyatakan akan selalu berupaya semaksimal mungkin membantu melayani mereka, agar mereka merasa nyaman meski dengan kondisi seadanya.

“Dan Alhamdulillah, kepedulian masyarakat sangat tinggi, bantuan datang dari mana mana, sehingga kami tak khawatir dengan kebutuhan logistik untuk mereka,” pungkasnya. (Slamet Timur).***

TULIS KOMENTAR KAMU DI SINI