Di Pameungpeuk Garut Terompet Dicurigai dari Al-Quran, Setelah Diperiksa Ternyata ini Bahannya

PAMEUNGPEUK, (GE).– Warga Kecamatan Pameungpeuk Kabupaten Garut, Selasa (29/12/2015) malam kemarin dihebohkan dengan adanya temuan terompet yang diduga berbahan sampul Alquran.

Aparat Kepolisian Sektor (Polsek) Pameungpeuk pun bertindak cepat dengan mengamankan sejumlah terompet yang terdapat tulisan huruf Arab tersebut.

Menurut Kapolsek Pameungpeuk, Ajun Komisaris Kadarusman, terompet yang semula diduga terbuat dari sampul Alquran itu ditemukan sekira pukul 19.30 WIB dari seorang pedagang yang mangkal di kawasan Alun-alun Pameungpeuk. Untuk mencegah terjadinya hal yang tak diharapkan, petugas bertindak cepat dengan mengamankan terompet yang tertdapat tulisan huruf Arabnya.

“Ada sepuluh buah terompet bertuliskan huruf Arab yang kita amankan dari pedagang di kawasan Alun-alun Pameungpeuk. Petugas awalnya menduga terompet tersebut terbuat dari sampul Alquran,” ujar Kadarusman.

Namun setelah diperiksa, tutur Kadarusman, terompet tersebut ternyata bukan terbuat dari sampul Alquran sebagaimana yang terjadi di daerah lain. Kertas bahan terompet yang bertuliskan huruf Arab itu ternyata kertas bekas bungkus obat.

Dalam kertas tersebut terdapat tulisan huruf Arab gundul yang diduga keterangan terkait tata cara penggunaan obat tersebut.
Disebutkannya, hal ini diketahui berdasarkan hasil pemeriksaan setelah terompet yang sebelumnya diamankan petugas Polsek Pameungpeuk itu kemudian dibawa ke Polres Garut.

Terompet tersebut diamankan dari salah seorang pedagang keliling berinisial M yang merupakan warga Kecamatan Arjasari, Kabupaten Bandung. M menerangkan, terompet tersebut merupakan hasil produksi sendiri.

“Setelah dilakukan pemeriksaan di Polres Garut, dapat dipastikan bahwa terompet itu bukan terbuat dari sampul Alquran. Kertasnya itu terbuat dari bungkus obat “buhur sulaeman” yang ada tulisan huruf Arab gundulnya,” katanya.

Menurut Kadarusman, diduga kertas kemasan obat tersebut sudah tidak terpakai sehingga dijadikan bahan untuk terompet. Kemungkinan besar huruf Arab tersebut menerangkan kandungan obat atau cara pemakaiannya.

Kapolres Garut pun, tambah Kadarusman, telah secara langsung melihat terompet tersebut. Namun hingga sejauh ini petugas masih melakukan pemeriksaan terhadap pedagang terompet tersebut.

Sementara itu Kabag Ops Polres Garut Komisaris Wira Sutriana menambahkan, untuk mengantisipasi beredarnya terompet yang terbuat dari sampul Al quran, pihaknya telah mengintruksikan kepada seluruh Kapolsek di wilayah hukum Polres Garut untuk memeriksa setiap pedagang terompet. Jika ditemukan ada terompet berbahan baku sampul Alquran, maka diinstruksikan agar disita.

Wira menenandaskan kalau sepuluh buah terompet yang disita petugas Polsek Pameungpeuk dari seorang pedagang keliling itu tidak menggunakan bahan baku sampul Alquran. Hanya saja kertas yang digunakan memang terdapat tulisan Arab. (Farhan SN)***