Desa Jati Jadi Sentra Perikanan di Garut

TARKAL, (GE).- Sebagai daerah yang memiliki sumber daya air cukup sunur, Kecamatan Tarogong Kaler, Kabupaten Garut sangat potensial untuk usaha budi daya ikan. Tak heran jika di daerah ini terdapat beberapa centra budi daya ikan, baik yang dikelola oleh pemerintah maupun masyarakat.

Selain pasar ikan yang dikelola oleh Unit Pengelola Teknis (UPT) Dinas Peternakan, Perikanan dan Kelautan (Disnakanla) Kabupaten Garut di Jl. Otista, Kecamatan Tarogong Kaler, tak jauh dari lokasi tesebut, tepatnya di Desa Jati, terdapat pula centra budi daya ikan yang dikelola oleh masyarakat.

Tampak di sepanjang jalan Desa Jati, terdapat kios-kios penjualan ikan, baik jenis ikan untuk konsumsi maupun penyedia bibit ikan kecil untuk di kembang biakan. Dengan banyaknya penyedia segala jenis ikan, tak heran jika setiap harinya, Desa Jati selalu ramai dikunjungi warga yang memerlukan berbagai jenis ikan.

Salah seorang pedagang ikan yang sudah cukup lama membuka kios ikan, Indra, (37), menuturkan, sebagian besar warga di Desa Jati beprofesi sebagi pengusaha bidang perikanan. Sebagaimana dilakukan Indra, ikan-ikan yang dijual di beberapa kios tersebut, di datangkan dari daerah penghasil ikan, seperti Saguling dan Cirata. “Khusus untuk jenis ikan konsumsi, karena banyaknya permintaan, kita mengambil dari daerah lain, seperti saguling dan Cirata,” kata Indra. Sedangkan untuk bibit, kebanyakan warga menetaskan sendiri dan dilakukan pembesaran di tempat, sampai layak untuk di jual.

Omset penjualan ikan di centra ikan Desa Jati bisa dibilang cukup tinggi. “Dalam satu hari, rata rata saya bisa menjual beberapa kwintal ikan kepada penmbeli. Mengenai harga, tentu saja berubah-ubah. Untuk saat ini, harga ikan mas untuk konsumsi, masih berada di angka 25.000 rupiah per kilo gramnya,” pungkas Indra. (USEU G RAMDANI)***