Deposito Puluhan Miliar Milik Pemkab Ternyata Tersimpan di 3 Bank

PEMKAB,(GE).– Isu keberadaan uang deposito milik Pemkab Garut yang selama ini dipergunjingkan warga Garut mulai menemui titik terang. Terkuaknya puluhan miliar rupiah uang Kas Daerah ini dibuktikan dengan adanya temuan berupa surat pernyataan anggota DPRD Garut bernomor 910/ 1173-DPRD.

Dalam surat pernyataan yang ditandatangani 3 orang anggota DPRD Garut menyebutkan, terkait salah satu temuan LHP.BKP.RI Atas LKPD. Kabupaten Garut, berkenaan pengendalian internal, dengan adanya penempatan sebagian APBD. TA 2014 melalui Perjanjian Pengelolaan dan Penatausahaan Kelebihan Dana/Kas Daerah Kabupaten Garut, dalam deposito pada 3 Bank, masing-masing di Bank Mandiri Cabang Garut, sebesar Rp 10.000.000.000 penempatan pada tanggal 30 Oktober 2014, dan pencairan dilakukan pada tanggal 31 Desember 2014, dengan nomor rekening 131-00-1236876-9, dan sebesar Rp 25.000.000.000, penempatan pada tanggal 20 Januari 2015.

Sementara itu Deposito yang tersimpan di Bank BRI. Cabang Garut sebesar Rp 5000.000.000 penempatan pada tanggal 31 Oktober 2014, dan pencairan pada tanggal 31 Desember 2014. Sementara itu, di Bank Mandiri Syari’ah sebesar Rp 10.000.000.000 penempatannya pada tanggal 30 September 2014, dan pencairannya 31 Desember 2014.

Demikian salah satu kutipan surat pernytaan anggota DPRD Garut yang ditunjukan Ganda Permana, Ketua LSM GMBI kepada ‘GE,’ Minggu (9/1/2016). Ganda menilai dengan temuannya ini Pemerintahan yang dipimpin Bupati Rudy Gunawan teridnikasi korupsi.

“Ini sangat jelas, dengan adanya temuan ini Pemerintahan yang dipimpin Rudy Gunawan sekarang ini terindikasi korupsi. Jadi, jika kasus ini tidak segera diselesaikan apakah Bupati mau turun sendiri atau diturunkan,” tegasnya.

Sementara itu, dalam pemberitaan ‘GE’ edisi sebelumnya, Rudy Gunawan membenarkan adanya deposito APBD sebesar itu. Namun menurutnya tidak perlu diberitahukan kepada DPRD, sebab hal itu merupakan manajemen kas daerah.

“Deposito itu ada, tapi tidak perlu diberitahukan kepada DPRD,” ucapnya. Sementara bunga depositonya sendiri, kata Bupati masuk ke kas daerah.

Sejumlah anggota DPRD mengaku tidak tahu-menahu terkait deposito Rp 100 miliar Pemkab Garut. Namun, Anggota Komisi C Bidang Anggaran DPRD Garut, Aay Syarif Hidayat menepis merebaknya isu terkait Pemkab Garut telah mendepositokan dana APBD tahun 2015 sebesar Rp. 100 milyar secara tersembunyi.

“Selama ini tak ada kerugian maupun pelanggaran penggunaan uang APBD yang didepositokan ke bank. Deposito tersebut bukan Rp. 100 milyar seperti isu selama ini namun hanya Rp. 14 milyar.” tandas Aay Syarif.

Menurut Aay, anggaran Pemkab Garut sampai saat ini ada sekitar Rp 14 miliar. Uang itu ditaruh sebetulnya bukan untuk di depositokan namun keuntungan atas hasil jasa giro. Dan itupun kelebihan bunganya otomatis masuk ke anggaran APBD Perubahan.

“Bupati Garut kemungkinan salah menyampaikan terhadap masyarakat terkait Pemkab Garut telah mendefositokan dana sebesar Rp 100 milyar. “Sama halnya kita menyimpan uang ke bank, tentu akan mendapatkan keuntungan. Bahkan, jika hasil jasa giro mendapatkan Rp. 14 milyar dipastikan Pemkab Garut telah menyimpan dana diatas Rp. 100 milyar,” bebernya. (Farhan SN)***