Delapan Belas Persen Wisudawan UNIGA Tahun 2016 Berasal dari Luar Jawa

GARUT, (GE).- Universitas Garut (Uniga) baru saja melangsungkan prosesi wisuda untuk gelombang pertama, tahun akademik 2016-2017. Di akhir tahun 2016 ini meluluskan mahasiswa yang telah menyelesaikan program Diploma, Sarjana dan Pasca sarjana.

Prosesi wisuda yang digelar di halaman kampus Fakultas Ekonomi tersebut dihadiri berbagai unsur, mulai dari Pemerintah Daerah (Pemda) serta Wakil Koordinator Perguruan Tinggi Agama Islam (Kopertais) Wilayah II Jawa Barat Bandung dan Banten. Sabtu (10/12/2016).

Dalam sambutan Rektor Uniga Dr. Ir. H, Abdussy Syakur Amin M.Eng, menyampaikan terkait kebermaknaan Universitas Garut yang saat ini tidak hanya dirasakan oleh masyarakat Jawa Barat saja. Hal ini dibuktikan dengan adanya 48 orang atau 18% wisudawan dari luar Jawa Barat.


“Kebermaknaan Universitas Garut rupanya juga dirasakan oleh masyarakat di luar Jawa. Hal ini terbukti dengan adanya 48 orang atau 18% wisudawan berasal dari luar Jawa,” ungkapnya.

Syakur juga memaparkan, saat ini Uniga berencana merintis prodi-prodi baru termasuk jurusan kesehatan. Rencana perintisan prodi kesehatan Uniga disambut baik oleh staf Wakil Bupati Garut dalam sambutannya.

“Kondisi kesehatan masyarakat Kabupaten Garut saat ini belum optimal. Sehingga peran pemerintah dan lulusan kesehatan Uniga kedepannya bisa bersinergi membangun kesejahteraan kesehatan warga Garut.” Demikian isi sambutan yang dibacakan staf Wakil Bupati Garut.

Sementara itu, Wakil Kopertais Wilayah II Jawa Barat, memberikan sambutan dari sisi akademis. Disusul orasi ilmiah tentang wawasan kebangsaan yang dipaparkan oleh Letjen TNI Agus Sutomo, SE.

Dalam kesempatan yang sama, ketua Yayasan Universitas Garut, Prof. Dr. Muhammad Ali Ramdani, MT., mengungkapkan amanatnya di hadapan 598 wisudawan yang hadir. Prof. Ali berpesan agar lulusan Uniga senantiasa menjadi orang terdepan atau pionir di tengah masyarakat dengan memegang prinsip terus menuntut ilmu dari kebaikan.

“Wisuda jangan diartikan untuk berhenti belajar, tetapi terus menuntut ilmu dari kebaikan demi menjadi khoirunnas anfa’uhum linnas (manusia terbaik adalah manusia yang bermanfaat bagi orang lain/red.).” Ujarnya. (Rohmah Nashruddin)***

Editor: Kang Cep.

TULIS KOMENTAR KAMU DI SINI