Dedi Mulyadi Serukan Gerakan Kemanusiaan

TAROGONG, (GE).- Budayawan juga sebagai Ketua DPD Partai Golkar Jawa Barat, Dedi Mulyadi mengajak pemimpin khususnya dari Partai Golkar untuk menerapkan gerakan kemanusiaan persaudaraan yang ramah, rendah hati dan cinta kepada rakyatnya.

“Jadi pesan yang saya sampaikan dalam kegiatan ini tentang kemanusiaan, persaudaraan, kasih sayang, asmara itu pesannya,” kata Dedi yang juga menjabat sebagai Bupati Purwakarta usai menggelar silaturahmi dan gelar budaya di Lapangan Desa Mekarjaya, Kecamatan Tarogong Kidul, Kabupaten Garut, Kamis malam.

Kegiatan yang berlangsung sampai Jumat dini hari itu, Dedi mengingatkan pemimpin untuk hiperaktif melayani masyarakat.

“Bukan aktif lagi, pemimpin harus hiperaktif,” katanya.

Ia mencontohkan pemimpin yang melakukan gerakan persaudaraan itu seperti selalu menyapa, ramah dan menanyakan keinginannya.

Misalkan, lanjut dia, ketika pemimpin menggunakan kendaraan lalu di perjalanan bertemu dengan masyarakatnya disarankan untuk ikut naik kendaraan menuju tempat yang dituju.

“Kalau di jalan ketemu masyarakatnya yang mau ke pasar, antarkan ke pasar, lalu di pasar ketemu dengan anak-anak mau sekolah antarkan ke sekolah, itu harus dilakukan dengan cara memaksa,” katanya.

Selain itu, Dedi mencontohkan pemimpin maupun masyarakat umum lainnya untuk belajar kepada sosok ibu. Menurut dia sosok ibu memiliki kemampuan tentang keikhlasan hati dalam melakukan tugasnya.

“Cintai ibu, sosok ibu yang telah mengajarkan dengan hati ikhlas,” katanya.

Kegiatan budaya itu menghadirkan pendakwah kondang KH. Jujun Junaedi, dan Vokalis Setia Band, Charly Van Houten.

Kehadiran mereka tersebut menghibur banyak masyarakat Desa Mekarjaya yang berkumpul duduk di tengah lapangan terbuka.

Kepala Desa Mekarjaya, Asep Setiawan mengungkapkan syukur Dedi Mulyadi dapat berkenan hadir dan memberikan motivasi hidup kepada warganya.

Kegiatan seni dan budaya yang sepenuhnya ditanggung oleh tim Dedi Mulyadi itu, kata Asep, tentunya memberikan kesan bagi masyarakat Garut, khususnya di Desa Mekarjaya.

“Acara ini selain memberikan hiburan untuk masyarakat juga ada sebuah siraman rohani untuk membangkitkan rasa kewibawaan sunda supaya percaya diri,” katanya. Farhan SN***