Di Darussalam, “Full Day School” Sudah Diterapkan Puluhan Tahun

KERSAMANAH, (GE).- Pondok Pesantren Modern Darussalam Putri, Kampung Sindangsari, Desa Kersamanah, Kecamatan Kersamanah, Kabupaten Garut, mengadakan kegiatan Panggung Gembira (PG), Sabtu (13/08/2016). Kegiatan ini adalah kegiatan tahunan yang wajib diikuti oleh seluruh santri, kegiatan tersebut sebagai puncak pengenalan (khutbatul arsy) santri-santriah baru tahun ajaran 2016-2017. Keseluruhan acara yang disuguhkan mengacu kepada nilai-nilai pondok modern.

KH. Cecep Ishaq Asyari Mu’ty.MA pimpinan pondok pesantren Darussalam dalam sambutannya, mengatakan kegiatan ini seharusnya dilaksanakan di Panggung yang sudah dipersiapkan satu bulan yang lalu, karena cuaca tidak mendukung, maka santri harus siap menerima segala kemungkinan yang terjadi.

“Sehingga tontonan dan tuntunan yang akan disuguhkan malam ini bisa menjadi contoh yang baik untuk bekal di masa yang akan datang.” Harapnya.

KH. Cecep menyinggung soal kebijakan Menteri Pendidikan dan Kebudayaan (mendikbud) terkait wacana program Full day school. Dikatakannya, terlepas dari kontroversi di tengah masyarakat, full day school sendiri telah dikenal lama dalam sistem pendidikan di pesantren. Termasuk di Pondok Pesantren Darussalam.

“Darussalam sebagai sebuah pesantren sudah tidak masalah dengan program tersebut. Karena memang sudah 30 tahun santri Darusalam melaksanakan program tersebut dan menjadi keseharian santri. “ Ujarnya

KH. Cecep, menambahkan dalam pelaksanaan full day school di pesantren sama sekali tidak ada hak-hak anak yang dirampas. Khusus di Darussalam antara pelajaran formal dan nonformal semuanya disatukan menjadi kesatuan.

“Antara bermain, belajar dan beristirahat ada dalam satu kesatuan. Inilah yang dimaksud dengan Full day school.” Tandasnya.

Metode tersebut juga dirasakan manfaatnya oleh salah satu Alumni Pesantren Darussalam Putri, Rifa Fauziah (22), Rifa, yang juga mahasiswi perawatan kesehatan gigi ini, mengatakan metode pendidikan yang diajarkan pondok benar benar bisa membentuk karakter peserta didik.

“Sangat saya rasakan sampai saat ini, terutama dari kekuatan karakter. Saya bersyukur saat lulus dari sini pribadi saya sudah terbentuk dengan baik, dan yang terpenting saya terbiasa hidup disiplin”. Ungkapnya

Pesantren Modern Darussalam didirikan pada tanggal 9 Desember 1986, oleh KH.Cecep Ishaq Asy’ary Mu’ty. MA , KH. Asep Sholahudin Mu’ty. BA dan Alm. KH. Ahmad Ghazali Mu’ty (trimurti) yang semuanya merupakan alumni Pesantren terkemuka di tanah air, Gontor  Dengan luas areal pesantren yang mencapai 7 hektare, saat ini terdapat tiga kompleks Pesantren di Darussalam yaitu Komplek Putra, Komplek Putri dan Darul Aitam. (Sidqi Al Ghifari)***