Dandim Ajak Warga Cegah Teroris Masuk ke Garut

KOTA, (GE).- Warga kabupaten Garut diimbau untuk berperan aktif dalam mengantisipasi berbagai ancaman terorisme. Menjaga stabilitas keamanan daerah bukan hanya menjadi tanggung jawab pemerintah dan aparat kemanan tapi juga memerlukan peran serta masyarakat.

Hal itu diungkapkan Dandim 0611 Garut, Letkol Inf Zaeful Rahmat menanggapi aksi teroris yang terjadi di sejumlah titik di Jakarta, Kamis (14/1/2016) siang.

Dandim mengimbau kepada warga Garut untuk tidak selalu mengandalkan aparat keamanan dalam mengamankan titik-titik lokasi strategis dari ancaman jaringan teroris. Menurutnya, masyarakat bisa berperan di antaranya menjadi agen-agen informan langsung dan bisa disinergikan dengan seluruh komponen aparat keamanan baik dengan pihak kepolisian maupun dengan TNI dalam upaya antisipasi ancaman teroris.

“Masyarakat juga harus mau jemput bola atau pro aktif dalam menjaga stabilitas keamanan daerah. Kami menjamin keamanan masyarakat yang bersikap pro aktif sehingga tidak perlu takut bagi masyarakat yang hendak melaporkan apabila ada hal-hal yang mencurigakan termasuk menyikapi eksistensi jaringan teroris di daerahnya,” ujar Zaeful.

Apabila masyarakat sepenuhnya hanya mengandalkan aparat keamanan, diakui Zaeful hal itu tentu akan merepotkan institusinya. Hal ini akibat adanya keterbatasan anggota dan juga keterbatasan waktu dalam menelisik keberadaan ancaman gangguan kemanan termasuk dari jaringan teroris yang tak menutup kemungkinan muncul juga di Garut.

Menyikapi aksi teroris di Jakarta sendiri, diakui Zaeful, dirinya tidak akan terburu-buru dan secara vulgar menyikapinya. Namun demikian diungkapkannya, pihaknya sudah menyiapkan strategi pengamanan dan menyebarkan intelegen di berbagai daerah di Garut yang dinilai cukup rawan dijadikan persembunyian atau sasaran aksi keji teroris.

Masih menurut Zaeful, untuk mensterilkan kondisi dan situasi tentunya dibutuhkan perhitungan yang matang. Oleh karena itu pihaknya telah memetakan juga strategi pengamanan tersebut khsusunya di lokasi tempat keramaian.

“Wilayah Kabupaten Garut cukup berpotensi dijadikan sasaran bagi jaringan teroris, khususnya yang harus diwaspadai di wilayah selatan yang beberapa waktu lalu sempat dijadikan persembunyian oleh salah seorng gembong teroris pasca peristiwa bom Bali dan rentetan peristiwa bom lainnya di Indonesia,” katanya.

Pada intinya, tegas Zaeful, pihaknya dan unsur elemen aparat penegak hukum lainnya di Garut tak pernah berdiam diri dalam upaya menjaga stabilitas kemanan daerah, termasuk saat pengamanan natal dan tahun baru lalu. (Farhan SN)***