Dandim 0611 Garut Sikapi Potensi Tsunami

DANDIM0611 Garut, Letkol Inf. Asyraf Aziz.***

GARUT, (GE).- Komandan Kodim (Dandim) 0611 Garut, Letkol Inf. Asyraf Aziz, menanggapi serius adanya prediksi kemunculan tsunami di wilayah perairan selatan Garut, Jawa Barat. Bahkan, menurutnya, hal tersebut perlu segera disikapi dengan melakukan langkah preventif untuk mencegah terjadinya hal-hal tak diharapkan.

Salah satunya, melakukan mitigasi bencana.

“Kita sadar benar bahwa pengetahuan masyarakat tentang bencana, khususnya tsunami, masih sangat minim. Oleh karena itu, saya rasa harus segera diberikan pemahaman hingga warga benar-benar faham, termasuk tanda-tandanya,” kata Asyraf, Rabu (4/4/18).


Termasuk, memberikan pemahaman tentang bagaimana tanda-tanda tsunami. Dan apa yang harus dilakukan ketika bencana itu benar-benar terjadi.

Dengan begitu, lanjut Asyraf, diharapkan bisa mencegah terjadinya hal yang tak diinginkan. Terutama untuk menghindari terjadinya korban jiwa dan materi dalam jumlah besar.

“Belajar dari kejadian tsunami di Aceh beberapa waktu lalu, banyaknya jatuh  korban jiwa dikarenakan masyarakat tidak mengetahui tanda-tanda tsunami. Apabila melihat potensi ancaman tsunami di Garut selatan, masyarakat di sana juga tidak semuanya faham teknologi, sehingga yang terjadi adalah kurang informasi dalam menyikapinya,” terangnya.

Lebih jauh, Dandim menjelaskan, hal yang dibutuhkan dalam menyikapi potensi tersebut di antaranya melalui latihan atau simulasi di lapangan dengan melibatkan semua stake holder. Termasuk dengan TNI.

Sebenarnya, lanjut Asyraf, tsunami bisa dideteksi. Namun tidak bisa diprediksi kapan datangnya.  Karena itu, yang dibutuhkan adalah kesiapsiagaan.

Diungkapkannya, setelah BPPT mengeluarkan hasil kajian terkait potensi tsunami di wilayah perairan Garut Selatan, hal lain yang juga tak kalah pentingnya untuk dilakukan adalah pengecekan kondisi jalur evakuasi dan early warning sistem (EWS) tsunami. Pihak terkait harus segera memastikan apakah dua hal itu saat ini masih berjalan atau tidak.

“Jika alat tersebut ada, harus dicek. Apakah masih berfungsi atau tidak. Karena tidak sedikit alat EWS yang rusak bahkan hilang karena dicuri akibat kurangnya pemahaman masyarakat,” tandas Asyraf.

Kaupaten Garut juga, kata Asyraf, harus mempunyai peta KRB (kawasan rawan bencana) tsunami.  Kalau memang belum ada, Asyraf mengimbau agar segera dibuatkan. Jangan sampai menunggu dulu kejadian..

Jajaran Kodim 0611 sendiri, imbuh Asyraf, sudah memiliki rencana kontijensi untuk tsunami. Karena itu, pihaknya mendorong pemerintahan setempat untuk segera melakukan simulasi di lapangan, agar semuanya tahu apa yang harus dilakukan.

Sebagai pendukung langkah mitigasi dibutuhkan alat komunikasi terintegrasi. Hanya saja, kata Asyraf, hingga kini Kodim 0611 Garut pun belum memiliki peralat tersebut. Sehingga, meski anggotanya tersebar, mereka hanya menggunakan alat komunikasi seluler.

“Namun demikian saya sudah intruksikan kepada anggota, khususnya yang wilayah tugasnya terdapat pantai untuk melakukan pengecekan jalur evakuasi, titik kumpul, dan lainnya. Untuk lebih jelasnya, kita akan laporkan dan juga diskusikan dengan dinas/instansi terkait,” pungkasnya. (MHI)***

Editor : SMS

TULIS KOMENTAR KAMU DI SINI