Dana BSM Digondol Maling, Disdik Garut Minta Kepsek Bertanggungjawab

ILUSTRASI/ ISTIMEWA

TARKI, (GE).- Dinas Pendidikan (Disdik) Kabupaten Garut menuding Kepala Sekolah SMAN 5 Garut dan pihak Bank Negara Indonesia (BNI) telah melakukan kelalaian sehingga menyebabkan dana untuk Bantuan Siswa Miskin (BSM) SMAN 5 Garut senilai Rp 276.994.000 raib digondol maling.

Kabid Pendidikan Menengah (Dikmen) Disdik Garut, Cecep Firmansyah, mengatakan, seharusnya dana BSM diantarkan oleh pihak bank ke sekolah. Namun yang terjadi, dana tersebut diambil sendiri oleh kepala sekolah dan oleh pihak bank pun diberikan.

“Ini ada unsur kelalaian baik yang dilakukan kepala sekolah maupun pihak bank dalam hal ini BNI. Sesuai aturan, seharusnya dana BSM diantarkan pihak bank ke sekolah. Bukannya malah diambil oleh kepala sekolah ke bank,” tutur Cecep, dihadapan wartawan, Rabu (18/11/2015).

Cecep menyebutkan, dari informasi yang didapatnya, kejadian bermula, karena kepala sekolah lupa membawa uang tersebut saat dirinya meninggalkan mobil, akhirnya uang tersebut menjadi sasaran pencurian. Uang diambil dari dalam mobil setelah pencuri memecahkan kaca jendela mobil milik kepala sekolah.

Cecep menegaskan, atas kelalaiannya ini, kepala sekolah harus bertanggungjawab untuk mengganti uang tersebut dengan diberi batas waktu 15 hari. Jika dalam kurun waktu yang telah ditentukan uang tersebut belum kembali, maka kepala sekolah bisa diberi sanksi termasuk dinonaktifkan dari jabatan kepala sekolah.

Peristiwa raibnya uang BSM SMAN 5 Garut senilai Rp Rp 276.994.000 ini, kata Cecep, terjadi pada Jumat (13/11/2015) lalu. Saat itu Kepala Sekolah SMAN 5 Garut, Encep Suhada baru saja kembali dari BNI Cikajang setelah mengambil uang BSM untuk sekolahnya. Setibanya di sekolah, dia langsung mengecek siswa-siswanya yang sedang melakukan kegiatan ekstra kurikuler, sedangkan uang yang baru saja diam,biolnya dari bank ditinggalkan di dalam mobil. Sejumlah siswa di sekolah tersebut melihat ada orang yang memecahkan kaca mobil milik Encep yang didalamnya terdapat uang sebesar Rp
276.994.000 tersebut.

“Seharusnya dari peraturan pembagian BSM ini Kepsek tidak diperkenankan mengambil uang secara kolektif, kecuali sekolah yang bersangkutan berada didaerah terisolir atau saat terjadi bencana alam. Pihak bank juga seharusnya tidak memperbolehkan kepala sekolah mengambil uang secara kolektif,” kata Cecep.

Dalam kesempatan tersebut, dengan tegas Cecep membantah adanya rekomendasi yang dikeluarkan salah satu pejabat di lingkungan Disdik Garut sehingga pihak bank memperbolehkan Encep mengambil uang secara kolektif. Menurutnya, tudingan itu hanya sebuah fitnah yang tidak bisa dipertanggungjawabkan kebenarannya.

Kepala Cabang BNI 46 Garut, Tendy Rustendi menjelaskan pihaknya memang menyalurkan dana bantuan dalam Program Indonesia Pintar (PIP) atau yang dulu disebut BSM. Khusus untuk SMAN 5 Pamengpeuk, pihaknya pun sampai mendatangi sekolah agar para siswa penerima membuat buku tabungan untuk penyaluran dana bantuan tersebut.

“Terkait mekanisme pencairan dana tersebut, tidak perlu ada rekomendasi dari pihak Dinas Pendidikan. Karena, dalam juklak-juknisnya pun tidak diatur. Namun, untuk pencairan bantuan PIP di SMAN 5 Pamengpeuk, ada kesepakatan antara siswa dan pihak sekolah agar dana tersebut bisa diambil oleh pihak sekolah,” jelasnya.

Masih menurut Tendy, ada 250 siswa penerima bantuan program PIP dari SMAN 5 Pamengpeuk. Jika semua harus datang ke BNI unit di Cikajang, ini tentu akan menyulitkan mereka dan lagipula para siswa merasa keberatan.
Sementara itu Kasubag Humas Polres Garut Ajun Komisaris Ridwan Tampubolon menerangkan, berdasarkan laporan yang diterimanya dari pihak Polsek Pameungpeuk, Jumat 13 November 2015 sekira pukul 15.30 WIB telah terjadi pencurian dengan kekerasan (curas) di wilayah hukum Polsek Pameungpeuk. Saat itu mobil milik Kepala SMAN 5 Garut, Encep Suhada dipecahkan kaca jendela depan yang sebelah kanan saat mobil terparkir di halaman SMUN 5 Cikopo Pamengpeuk.

“Mobil yang digunakan korban adalah jenis Toyota Rush warna putih dengan Nopol Z 1840 DS. Adapun barang yang dicuri adalah uang tunai sebesar Rp 276.994 000 yang baru diambil dari BANK BNI Cikajang yang merupakan uang BSM,” kata Ridwan.

Ridwan juga menjelaskan, selain uang BSM, barang lainnya yang juga diambil pencuri dari dalam mobil di antaranya 6 lembar giro bilyet No Rekening 0296603205 atas nama SMUN 5 Cikopo Pamengpeuk Garut, Rekening Tabungan siswa sebanyak 242 orang, lalu data penerima BSM, fotokopi SK Kepsek, KTP, print out rekening koran dan dokumen lainnya. (Farhan SN)***

TULIS KOMENTAR KAMU DI SINI

Komentar

BAGIKAN