Dampak Banjir Garut Selatan, Sejumlah Ruas Jalan Rusak Tertimbun Longsor

GARSEL, (GE).-Bencana banjir bandang dan longsoran tanah yang terjadi di 4 Kecamatan daerah Garut selatan (Garsel) kemarin, Rabu (9/11/2016) berdampak pada rusaknya beberapa infrastruktur. Dampak dari hujan deras ini menimbulkan beberapa sungai meluap, akibatnya sejumlah akses jalan di beberapa titik rusak, hingga ada diantaranya tidak bisa diakses sama sekali.

Kabid Bintek pada Dinas Bina Marga Kabupaten Garut, Jujun Juansyah, menyebutkan, daerah yang paling parah terdampak bencana banjir dan longsor di Garut selatan (Garsel) ini meliputi 4 Kecamatan, diantaranya Kecamatan Banjarwangi, Bungbulang, Mekarmukti dan Caringin.

Jujun menyebutkan, terdapat 2 titik longsor yang menimbun badan jalan di Kecamatan Banjarwangi, longsor yang terjadi pada Rabu (9/11/2016). Jalan yang tertimbun sore itu baru bisa kembali normal pada Kamis (10/11/ 2016) dini hari, setelah material longsor dibersihkan dengan menggunakan alat berat.


Sementara di Kecamatan Bungbulang, di daerah Cisarua terdapat jembatan yang terputus. Di kawasan ini, warga untuk sementara menggunakan jembatan darurat yang terbuat dari batang pohon kelapa dan pondasi kronjong seadanya.

“Ya, ada juga di kilometer 4 s/d 100, itu gorong-gorong yang setengah badan terbawa arus banjir. Sehingga arus lalu lintas terputus. roda empat tidak bisa masuk. Di sana kita juga akan membuat jalan darurat juga,” ungkapnya.

Sementara itu, di jalur Bungbulang-Cisarua, tercatat ada 15 titik longsoran yang menimbun badan jalan. Aalat berat sudah diterjunkan, hingga berita ini diturunkan, proses pembersihan material longsoran masih berlangsung. Jalan di Desa Mekarbakti tsepanjang 15 meteran amblas kedalaman sekitar 7 meter.

“Kami belum bisa menentukan, kapan penganan maksimal akibat bencana di Garut selatan ini. Kita masih terus mendata, tapi yang pasti itu akan dilakukan kalau tidak pada masa tanggap darurat mungkin ke pascadarurat. Apakah nanti ada jalan alternatif atau tidak, kita lihat kondisinya nanti,” jelasnya.

Untuk daerah Mekarbakti yang berbatasan dengan Desa Cihikeu ke terdapat jembatan rusak akibat banjir bandang, terkait penanganannya menurut Jujun, akan dilakukan perbaikan pasca tanggap darurat.

Sementara di daerah Cijayana Kilometer 5 s/d 200, Kecamatan Mekarmukti, jalan amblas sepanjang 40 meter, dengan kedalaman 30 s/d 50 cm.

“Untuk tanggap darurat, kita akan lakukan secepatnya dengan prioritas akses jalan rusak bisa segera dilalui,” tukasnya.

Pihak Binamarga sendiri belum bisa memastikan ketugian materiil yang diakibatan banjir dan longsor di Garsel ini.

“Belum bisa kita taksir keruigiannya. Nanmun jika melihat kondisi di lapangan, sepertinya akan membutuhkan dana besar miliaran rupiah untuk normalisasi jalan yang rusak di kawasan Garut selatan ini.” Ungkapnya. (Hakim AG)***

Editor: Kang Cep.

TULIS KOMENTAR KAMU DI SINI