Cuaca Laut Garut Selatan Buruk, Nelayan dan Wisatawan Dilarang Lakukan ini

SEJUMLAH nelayan nampak menyandarkan kapalnya di bibir Pantai Santolo akibat belum bisa melaut. Saat ini cuaca buruk masih terjadi di Laut Garut Selatan, Selasa (21/3/2017).*

GARUT, (GE).- Cuaca Laut Garut Selatan sedang tidak bersahabat. Satu pekan terakhir arus pasang cukup tinggi. Bahkan ketinggian ombaknya bisa mencapai 3 meter.

Oleh sebab itu, ada beberapa hal yang harus ditaati oleh nelayan dan wisatawan di Laut Garut Selatan. Hal tersebut harus ditaati mengingat bahaya arus air laut yang ganas bisa menyambar nyawa siapa saja yang lalai.

Kasatpolair Polres Garut, AKP Tri Andri, menuturkan ombak di kawasan Pantai Selatan kini berada di kisaran tiga meter. Hal itu tentu sangat membahayakan bagi para nelayan untuk melaut dan wisatawan yang biasa bermain air.


“Sekarang nelayan tak melaut dulu karena berbahaya juga jika memaksakan. Mereka aktivitasnya paling memperbaiki jaring dan kapal. Sementara wisatawan telah diberi peringatan agar tidak bermain air terlalu jauh dari bibir pantai,” ucap Tri di Mapolres Garut, Selasa (21/3/2017).

Tri pun telah mengimbau agar para nelayan untuk menunggu hingga kondisi aman. Pihaknya pun menunggu informasi dari Badan Metereologi, Klimatologi, dan Geofisika (BMKG) terkait kondisi cuaca.

“Kami juga rutin melakukan patroli di sepanjang garis pantai. Soalnya untuk ke laut juga tak mungkin dengan ombak yang besar,” katanya.

Selain ke para nelayan, lanjut Tri, pihaknya juga meminta para wisatawan untuk berhati-hati selama berada di pantai. Wisatawan juga dilarang untuk berenang karena bisa mengancam keselamatan.

“Biasanya saat akhir pekan banyak yang datang. Tapi karena sedang rob, kami minta wisatawan tak ke pinggir pantai. Apalagi sampai berenang,” ujarnya.

Menurut Tri, air dari laut juga sudah sampai ke rumah penduduk yang ada di muara. Pihaknya meminta agar warga lebih waspada dengan situasi cuaca saat ini.

“Para nelayan paling hanya memancing ikan untuk kebutuhan sehari-hari. Tapi kami minta untuk tak mengambil benur lobster (anak lobster),” katanya.

Imbaua tak mengambil benur lobster, tutur Tri, sudah dipampang di sejumlah tempat pelelangan ikan dan beberapa tempat lainnya. Para nelayan diharap tak tergiur untuk menangkap dan menjual benur lobster. Dirinya khawatir kalau benur ditangkap nantinya akan merusak ekosistem. (Farhan SN)***

TULIS KOMENTAR KAMU DI SINI