Comro Ranjau, Gorengan dengan Sensasi Renyah nan Pedas Racikan Aki Anom

PEDAGANG gorengan "Comro Ranjau Aki Anom" di Kawasan Ciateul, Tarogong Kaler, Kabupaten Garut./Foto: Kang Cep/GE.

GORENGAN adalah sebuah produk kuliner yang tak asing lagi di Tatar Priangan. Beragam jajanan gorengan ini banyak kita temui di pedagang kaki lima. Biasanya, para pedagang gorengan menjajakan dagangannya di sore hari hingga larut malam. Namun tak sedikit pula yang buka sejak pagi.

Di kawasan Jawa Barat atau Tatar Priangan, berbagai jenis gorengan ini diantaranya biasa menggunakan nama singkatan. Misalnya,  Oncom di Jero (Comro), Cireng (Aci Digoreng) dan Gehu (Toge jeung tahu). Sesuai citarasa urang Sunda yang mayoritas doyan citarasa pedas, para pedagang biasa menyajikan cabe rawit atau saus pedas untuk teman makan gorengan ini.


Seiring perkembangan zaman, bisnis kuliner bercitarasa pedas mendapat perhatian khusus dari para “pemburu” makanan. Inovasi aneka macam jajanan pedas kini kian menjamur.  Untuk produk gorengan, kini para pedagang mengkreasikan makanan ini dengan sajian sensasi pedas di dalamnya.

Misalnya untuk Gehu versi pedas, para pedagang banyak yang menjajakannya secara khusus, sebut saja “Gehu Hot Jeletot” atau Cireng pedas dengan berbagai level kepedasannya.

Di Garut, penjual gorengan sepertinya tak pernah sepi pembeli. Salah satu sajian gorengan khas dengan racikan ”karuhun” diantaranya comro. Comro merupakan produk kuliner berbahan dasar singkong dipadu dengan parutan kelapa. Comro biasanya dibentuk bulat atau lonjong dengan isian oncom berbumbu pedas dengan tambahan daun kemangi dan irisan daun bawang.

Bagi penggemar comro, sajian comro pedas tentu sudah biasa. Namun, untuk comro dengan sensasi pedas mengejutkan, sepertinya patut dicoba. Adalah “Comro Ranjau Aki Anom,” salah satu pedagang kaki lima penjaja gorengan di kawasan Ciateul, Tarogong Kaler, Kabupaten Garut, Jawa Barat, selain menjajakan beberapa jenis gorengan lainnya, comro menjadi salah satu produk andalannya untuk memancing kepenasaran pembeli.

Nama “ranjau” memang sengaja dibuat trade mark Aki Anom untuk racikan comronya. Salah satu alsannnya, ya untuk memancing kepenasaran pembeli sehingga mau mencoba.

“Ya, nama ranjau itu supaya penasaran saja yang membeli, sehingga mau mencoba dan terus mencoba. Saya juga tak pernah memberitahukan apa isi dalam comro tersebut. Namanya juga ranjau, masa dikasih tahu,” tutur Aki, belum lama ini.

Sebenarnya apa sih keistimewaan comro ranjau Aki Anom ini. Menurut pengakuan Silvi, salah seorang pembeli, comro ranjau ini keistimewaanya ada di saat kita menebak-nebak comro yang mana saja yang berisikan bumbu ekstra pedas yang disertai butiran cabe di dalamnya.

“Biasa saja sih rasanya mah, cuman yang bikin kita heboh dan penasaran ya itu tadi, di dalamnya itu kita tidak tahu comro mana saja yang berisikan bumbu pedas. Bahkan ditambah butiran cabe pula. Jadi ya seru aja kalo kita makan comro ranjau rame-rame. Kita bisa seru-seruan, tebak-tebakan. Hati-hati deh, jika kita salah milih, bisa meledak tuh mulut kita saat menggigit ranjau di dalam comro,” tutur, gadis yang masih berseragam SMA ini seraya cekikikan bersama teman-temannya.

Jadi, bagi penggemar kuliner khususnya gorengan, tentunya comro ranjau racikan Aki Anom ini mesti dicoba. Dengan harga yang tak membikin kantong bolong, menikmati comro ranjau kita bisa merasakan sensasi renyah comro nan pedas dengan kejutan saat mengigit “ranjau”. (ER)***

 

TULIS KOMENTAR KAMU DI SINI