Ciptakan Alat Anti Maling, Siswa SMAN 11 Garut Tunggu Beasiswa

MELALUI karya ilmiahnya, Nur Alif Fauji dan Tantowi Al Bani siswa SMA Negeri 11 Garut berhasil membuat inovasi kreatif dengan menciptakan alat keamanan anti maling. Alat yang sederhana namun inovatif ini dalam cara kerjanya bisa dipasang di pintu keluar-masuk rumah. Dengan alat sederhana ini, para siswa prestatif ini berharap hasil karyanya bisa dimanfaatkan masyarakat luas.

“Mudah-mudahan, karya ilmiah yang sederhana ini bisa dimanfaatkan oleh masyarakat. Paling tidak untuk jaga-jaga kemanan di rumah,” ungkap Nur Alif, saat ditemui, beberapa hari yang lalu.

Ke dua orang siswa SMAN 11 yang mendapatkan bimbingan para gurunya ini boleh dibilang kretaif dalam menciptakan alat ni. Bagaimana tidak, hanya dengan menggunakannya beberapa bahan amat sederhana, misalnya payung bekas, magnet, handphone, benang pancing, dynamo dan beberapa utas kabel bekas, mereka bisa mewujudkan alat yang mermanfaat.

Dalam merakitnya, semua bahan yang telah tersedia mereka rancang dan dimodifikasi sedemikian rupa, sehingga menjadi alat semacam alarm warning (alarm peringatan) yang bisa digunakan untuk memberitahukan secara otomatis melalui pesan singat (sms).

“Alat ini kita namakan, Alat Keamanan Anti Maling.” Cara kerjanya sederhana, semisal perangkap. Saat pintu rumah terbuka tanpa seijin pemilik rumah maka seutas tali yang ditempel akan tertarik dan secara otomatis akan menekan tombol (ya) pada handphone yang sudah disetting pada aplikasi pengiriman pesan.” Tutur, Tantowi, serya mendemonstrasikan hasil karya ilmiyahnya bersama Nur Alif.

Karya ilmiah kreasi siswa SMAN 11 ini dikabarkan telah diikutsertakan dalam sebuah lomba Sains khusus pelajar beberapa waktu yang lalu. Bahkan karya inovatif siswa sekolah menegah atas ini berhasil memukau dewan juri dalam sebuah perlombaan yang bertajuk Sains Technology Energy and Matematic di Bogor, belum lama ini.

Atas prestasi dan kreasinya ini para siswa tentunya patut diapresiasi, baik oleh pihak lembaga pendidikan tempatnya menuntut ilmu, terlebih oleh pemerintah setempat. Dengan prestasinya ini pula beasiswa sudah selayaknya diberikan kepada mereka. Dan merekapun sangat menantikan, tentunya, setidaknya untuk stimulus pembangkit semangat belajarnya. (Cep)***