Cikajang Diterjang Banjir, Warga di Sepanjang Sungai Cimanuk Kembali Resah

TARKI, (GE).- Kawasan Cikajang yang menjadi daerah hulu Sungai Cimanuk, Jumat (23/9/2016) dilanda banjir. Hal ini menimbulkan kekhawatiran berbagai kalangan terutama warga korban banjir bandang yang terjadi Selasa (20/9/2016) lalu.

Salah seorang warga di Rengganis, Tarogong Kidul, Irfan (32) mengaku was-was saat menerima informasi terjadi banjir di Cikajang. Pasalnya rumahnya berdekatan dengan Sungai Cimanuk.

“Waktu banjir bandang kemarin rumah saya hampir tersapu arus air. Namun alhamdulilah karena lokasinya ada di atas air tak sampai masuk rumah. Namun rasa khawatir banjir yang lebih besar akan datang selalu menghantui benak saya,” ujarnya.


Terjadinya banjir di kawasan Cikajang, dibenarkan Kasie Kesiapsiagaan pada Badan Penaggulangan Bencana Daerah (BPBD) Garut, Tubagus Agus Sofyan. Menurutnya, banjir di kawasan Cikajang terjadi sejak pukul 14.00 WIB.

“Pada selasa siang, banjir memang terjadi di kawasan Cikajang. Ini diakibatkan curah hujan yang cukup tinggi di kawasan tersebut dan juga terjadinya abrasi di sepanjang aliran Sungai Cimanuk pasca banjir bandang,” ujar Agus.

Dikhawatirkan terjadi banjir bandang susulan, tutur Agus, upaya pencarian korban hilang akibat banjir bandang tiga hari lalu pun terpaksa dihentikan untuk sementara. Hal ini sebagai antisipasi terjadinya hal yang tak diharapkan mengingat tingginya potensi bahaya.

Agus menjelaskan, hujan di kawasan Cikajang terjadi sejak pukul 12.00 WIB. Curah hujan yang cukup tinggi dan terjadinya pendangkalan atau abrasi pada Sungai Cibarengkok menyebabkan 93 rumah terendam di RT 3, 4, 5, 7 dan RW 3, 4, 5, 6, 7 Desa Mekarjaya, Kecamatan Cikajang.

Diungkapakn Agus ketinggian air akibat banjir tersebut mencapai 150 cm meter dan berlangsung hingga pukul 15.30 WIB. Hingga jumat malam, masih ada sebagian rumah yang masih terendam.

“Ada 104 kepala keluarga yang terkena dampak banjir ini dan mereka mengungsi ke sejumlah tempat yang lebih aman di sekitar lokasi kejadian,” katanya.

Menurut Agus, sebenarnya peristiwa banjir di kawasan Desa Mekarjaya sudah sering terjadi selama ini. Namun karena sebelumnya telah terjadi banjir bandang yang telah menyebabkan puluhan orang meninggal dan hilang serta ratusan rumah rusak, maka banjir kali ini cukup membuat warga panik. (Farhan SN)***

TULIS KOMENTAR KAMU DI SINI