Ada “Jebakan Batman” di Saung Pantai Sayang Heulang

Pada Minggu, 23 Juli 2017, +/- jam 08.30 wib, Saya dan keluarga berkunjung ke Pantai Sayang Heulang di Kecamatan Pameungpeuk, Kabupaten Garut. Hampir tiap 2 minggu sekali, saya dan keluarga berkunjung ke sini. Alhamdulillah lancar dan tidak ada masalah.

Namun pada hari itu, ketika selesai makan (papayoran) di salah satu saung/gazebo berwarna biru No.31, tiba-tiba disodori tiket retribusi jasa gazebo/balebale sebesar Rp 25.000.-, tanpa ada sosialisasi dan lain lain (Jebakan Batman), bukti fisik karcis retribusi ada pada saya.

Hanya sekitar 1 jam saya dan kelurga di sana. Saya adalah warga Kecamatan Pameungpeuk, merasa prihatin dengan cara-cara seperti itu. Disarankan sebaiknya untuk seluruh tempat tempat wisata Pantai di wilayah Garut Selatan, di gerbang pintu masuk, dipasang billboard yang besar, dan dicantumkan tarif2 resmi yang harus dibayar pengunjung, sehingga tidak ada lagi jebakan batman ataupun pungli yang merugikan pengunjung dan kenyamanan obyek wisata.

Semoga surat terbuka ini bermanfaat untuk kebaikan kita semua, Aamiin.

Terima kasih khusus saya sampaikan untuk redaksi Garut-Express yang telah sudi memuat surat terbuka ini… Wassalam.

SURAT PEMBACA: Jalan Leles-Kadungora Macet Sejak Ada Pabrik

Kepada Yth redaksi garut-express.com

Nama saya Fitri Sofia N, dari Kadungora setiap hari saya melewati jalan Leles untuk pergi ke kampus, saya sebagai pengguna jalan tersebut merasa kesal karna jalanan macet setelah adanya pabrik di kawasan tersebut.

Apalagi jalan tersebut sering dilewati oleh pengguna jalan untuk pergi  objek wisara yang ada di daerah garut. Jika orang jauh membayangkan kalau melewati jalan tersebut pastinya akan cepat sampe tapi malah kenyataannya jalan tersebut malah memacetkan hingga para wisatawan lelah dijalan bukan menikmati perjalanan.

Terlebih lagi setelah adanya pabrik itu ada sering banjir ketika  turun hujan, karena tidak adanya penyerapan tanah dikawasan itu ,sebelum adanya pabrik itu tidak ada banjir dan kemacetan sehingga para wisatawan atau pengguna jalan menikmati perjalanan tersebut.

Kepada dishub dan pemerintah kabupaten garut agar bisa mengatasi masalah tersebut ,sehingga parapengguna jalan yang jauh lebih enak dan menikmati perjalanan tersebut. Demikian saya buat surat pembaca ini terima kasih.

 

Mengembangkan Objek Wisata Tersembunyi di Garut

Yth. Redaksi Garut Express

Setiap manusia pasti membutuhkan liburan, namun kita mungkin enggan jika berlibur ketempat yang sama. Hal tersebut membuat pengunjung bosan karena tempat yang dikunjunginya itu-itu saja. Dalam hal ini pemerintah harus ikut andil dalam mengembangkan tempat wisata tersembunyi dalam kotanya masing-masing untuk menambah pendapatan kotanya. Misalnya saja Kec. Cihurip, Kab. Garut terdapat 3 curug yang menurut saya sangat indah dan pantas untuk dikembangkan oleh Dinas Pariwisata Garut. Seperti Curug Cibadak, Curug Nyogong dan Leuwi Tonjong.

Selain para wisatawan akan mendapatkan pengalaman baru, hal tersebut juga akan menambah pemasukan dari Kecamatan Cihurip. Garut merupakan kota yang dikelilingi oleh gunung dan bukit, maka tak ayal apabila Garut memiliki banyak Objek wisata tersembunyi. Namun sangat disayangkan apabila Dinas Pariwisata Kab. Garut menyia-nyiakan kekayaan alam yang dimiliki Kec. Cihurip ini.

Oleh karena itu, saya berharap Dinas Pariwisata Kab. Garut bisa mengembangkan Objek Wisata di Kec. Cihurip ini. Karena Potensi Kab. Garut dalam kekayaan alam yang dimilikinya dapat memicu potensi para wisatawan berdatangan ke Kab. Garut. Namun, hal tersebut harus dibarengi dengan infrastukturnya, seperti jalan saja jalan menuju ke Objek Wisata tersebut masih berlumpur dan banyak batu. Segingga jika ingin kesana kita harus berjuang keras. Adapun yang sudah diperbaiki hanya seperempatnya saja.

Acep Abdul Mu’min
Mahasiswa Jurnalistik Universitas Garut
Jl Raya Samarang No 28 A
085338534541

Jalan ke Cipanas sudah Diperbaiki

Yth. Redaksi Garut Express

Saya pengguna Jalan Panday-Cipanas, mengucapkan terimakasih atas perbaikan jalan berlubang yang sedang dilakukan saat ini.

Meskipun terhambat oleh faktor cuaca sejak pertama dilakukan perbaikan, sejauh ini perbaikan jalan terlaksana cukup baik. Saya merasa sangat puas terhadap kebijakan pemerintah Garut yang bukan hanya menambal sulam jalan dan segera melakukan perbaikan tanpa harus menunggu musim kemarau tiba.

Saya berharap, jalan yang sedang diperbaiki ini cepat diselesaikan dalam waktu yang  cepat. Semoga pendapatan Kota Garut pada bidang pariwisata juga meningkat jika keamanan dan kenyamanan untuk warga dan wisatawan sudah terpenuhi.

Nuranisa
Perum Pasir Lingga Indah Blok B No. 42, RT/RW 04/05, Desa Jati, Kecamatan Tarogong Kaler, Kabupaten Garut 44151
085864791211

Jalan Rusak Menuju Tempat Wisata Situ Cibereum Garut

Yth. Redaksi Garut Express

Pada Minggu, 12 Maret 2017, saya bersama kawan fotografer dari luar kota berekreasi ke Situ Cibereum. Kekecewaan saya timbul karena sampai saat ini pemerintah kurang memperhatikan jalan menuju tempat tersebut. Kesulitan menuju tempat ini yaitu tidak adanya penunjuk arah dan jalanan yang rusak, sehingga mengakibatkan kendaraan khususnya mobil sulit untuk memasuki kawasan Situ Cibereum.

Jika jalan menuju Situ Cibereum mudah untuk di akses, saya yakin tidak akan menjadi masalah. Tetapi rusaknya jalan dan tidak adanya penunjuk arah, membuat pengunjung kebingungan untuk sampai ke tempat tersebut. Karena tidak adanya pemukiman dan rute jalan menuju kawasan tersebut.

Sering kali pengunjung kebingungan meskipun telah diberi petunjuk oleh penjaga di pos pertama saat akan memasuki kawasan tersebut. Sebagai objek wisata, sekaligus tempat yang memiliki keanekaragaman mahluk hidup yang hampir sulit untuk ditemukan dan sudah langka, khususnya oleh para pecinta photography. Jangan membuat pengunjung kecewa akibat akses jalan yang sulit, terutama bagi mereka yang memiliki tujuan untuk melakukan rekreasi bersama keluarga dan kerabatnya.

Pemerintah sebaiknya segera melakukan tindakan untuk melakukan perbaikan jalan menuju situ cibereum. Agar para pengunjung khususnya dari luar kota tidak merasa kesulitan mengakses jalan menuju tempat wisata situ cibereum. Jangan menunggu orang-orang kecewa, selagi masih ada waktu untuk melakukan perbaikan, tunggu apalagi.

Alki Diyasmar
Jl. Pahlawan Dalam No. 8, Tarogong Kidul

Gedung Perpustakaan Umum Semakin Nyaman

Yth. Redaksi Garut Express

Saya merupakan pengunjung perpustakaan umum yang berada di Jalan RSU dr. Slamet, Kelurahan Sukakarya, Kecamatan Tarogong Kidul, Kabupaten Garut. Pasca adanya bencana banjir yang melanda Kota Garut, perpustakaan umum sempat vakum karena terkena banjir tersebut. Kini perpustakaan tersebut telah direnovasi dan diresmikan pada hari Jumat, 21 April 2017.

Saya ingin berterima kasih kepada Pemerintah Daerah atas direnovasinya perpustakaan umum daerah Garut. Karena kini perpustakaan telah memiliki ruangan yang lebih luas daripada sebelumnya. Desain ruangan nya tertata rapi dan ada kolam ikan di lantai satu yang dapat membuat pengunjung merasa nyaman. Ditambah dengan fasilitas-fasilitas bertambah yang dapat menunjang kebutuhan para pengunjung.

Kini perpustakaan umum telah berbasis teknologi informasi. Selain disediakannya layanan internet gratis. Kini pendaftaran untuk menjadi anggota perpustakaan pun dilakukan dengan cara digital yang lebih memudahkan pengunjung mendaftarkan diri sebagai anggota tetap perpustakaan. Untuk isi buku yang ada di perpustakaan pun telah bertambah lengkap, sehingga pengunjung bebas dan tidak sulit untuk mencari buku yang mereka inginkan.

Saya berharap dengan direnovasinya perpustakaan umum ini, dapat lebih menarik pengunjung untuk datang ke perpustakaan. Dan sekali lagi, saya berterima kasih kepada Pemerintah Daerah yang sudah mewujudkan perpustakaan yang layak dan memberikan tunjangan bagi kebutuhan masyarakat. Secara tidak langsung, Pemerintah Daerah telah membangkitkan budaya membaca untuk masyarakat Garut. Semoga kedepannya, dengan adanya perpustakaan ini masyarakat Garut dapat dengan mudah mencari buku, dan mengambil ilmunya yang dapat mejadi sebuah poin untuk kemajuan Negara, khususnya kemajuan Kota Garut.

Rahmi Nurlatifah
Jln. Dayeuhandap No. 99, RT/RW 05/01
Kelurahan Kota Kulon, Kecamatan Garut Kota, Kabupaten Garut
44112

Terima kasih atas Perbaikan Jalan di Pertigaan Godog-Karangpawitan

Yth. Redaksi Garut Express

Saya selaku warga Garut khususnya daerah Wanaraja, mengucapkan terima kasih kepada Pemerintah Kabupaten Garut dengan telah diperbaikinya jalan berlubang di sepanjang Jalan Pertigaan Godog-Karangpawitan, yang merupakan jalur utama bagi warga Wanaraja menuju Garut Kota. Sebelum diperbaikinya jalan, pertigaan tersebut sering mengalami kemacetan yang sangat panjang, dan banyak pengemudi yang terjatuh karena jalan berlubang tersebut. Ditambah pada saat musim hujan tepat di pertigaan tersebut selalu digenangi air yang menyebabkan banjir.

Setelah diperbaiki, jalan tersebut menjadi mulus dan tingkat kemacetan serta kecelakaan menurun. Pengemudi yang melewati jalan tersebut sudah tidak merasa cemas untuk melewati jalan itu. Saya berharap dinas yang terkait dapat terus mengawasi, agar tidak adanya kerusakan jalan lagi.

DIAN EKA SAPUTRI
Kp. Cimalaka 03/05
Jln. Wanaraja, Kec. Wanaraja
Wanaraja 44183
089679999849

Kemacetan di Pasar Jati Samarang

Yth. Redaksi Garut Express

Saya sebagai warga Samarang, ingin menyampaikan keluhan tentang keadaan pemindahan pasar yang ada di Jati Jl. Raya Samarang, Kec. Tarogong Kaler, Kab. Garut. Saya sebagai pengguna angkutan umum merasa terganggu atas kemacetan yang terjadi setiap hari di pasar tersebut.

Lapangan di depan SMP 1 Samarang yang dulunya lapangan sepak bola, sekarang beralih fungsi menjadi pasar dan terkadang dijadikan lahan parkir untuk kendaraan pelajar dan truk pengangkut barang. Sebagai pengguna jalan dan mewakili para pengguna jalan lainnya, saya berharap ada petugas yang mengatur jalan supaya tidak macet dan lebih tertib.

Saya berharap Pemerintah Kabupaten Garut segera mengatasi kemacetan tersebut dan segera menyelesaikan pembangunan pasar tersebut, agar ke depannya jalan lebih nyaman dan tidak lagi semerawut. Terimakasih.

Santi Nurul Satiiah
Jln.Raya Kamojang, Kec.samarang
085285586762

?

Pengamen di Angkutan Umum

Yth. Redaksi Garut Express

Assalamuallaikum Wr. Wb.

Dengan Surat Pembaca ini, saya ingin mengeluhkan mengenai pengamen yang sering saya jumpai di setiap angkutan umum, Kabupaten Garut. Terkadang saya merasa tidak nyaman ketika para pengamen itu datang secara bergantian.

Mereka terlihat masih muda dan mampu untuk mencari pekerjaan yang lebih baik. Tak habis pikir, apakah mereka malas untuk mencari pekerjaan atau sulitnya mendapatkan pekerjaan yang layak, sehingga mereka memilih pekerjaan yang seperti itu. Terkadang pula saya merasa iba ketika melihat pengamen yang masih kecil, mencari uang dengan bernyanyi  di setiap angkutan umum, bahkan ada yang sampai meminta-minta.

Seharusnya, Satpol PP lebih aktif dalam membersihkan daerah yang banyak pengamen jalanan yang berkeliaran. Memang tidak semua pengamen mengganggu para penumpang, akan tetapi alangkah lebih baiknya jika para pengamen itu di beri arahan agar termotivasi supaya mendapat pekerjaan yang layak.

Harapan saya, agar pemerintah daerah dapat menindaklanjuti masalah ini, dan lebih memperhatikan kesejahteraan masyarakat. Serta memberikan arahan dan bantuan kepada para pengamen, agar kota Garut menjadi kota yang aman, nyaman, dan sejahtera.

Wassalamuallaikum Wr.Wb.

Siti Rohmah
Jalan Adung Blk No 11
Tarogong Kidul
Kabupaten Garut

Sukaregang Butuh Lahan Parkir

Yth. Redaksi Garut Express

Sukaregang merupakan salah satu tempat yang menyebabkan kemacetan di beberapa titik di Kota Garut. Kita semua tahu bahwa Sukaregang merupakan salah satu tempat wisata di Garut yang cukup terkenal. Berbagai macam produk khas dapat kita temukan, seperti jaket kulit, sepatu kulit, tas kulit, kerupuk kulit, dll. Tak heran banyak wisatawan domestik maupun mancanegara berbondong-bondong untuk berkunjung dan berbelanja di sana.

Banyaknya kendaraan milik para wisatawan yang terparkir di sepanjang pinggir jalan menyebabkan kemacetan. Mereka terpaksa memarkirkan kendaraannya karena memang tidak terdapat lahan parkir. Selain itu, para pedagang menambah kemacetan parah karena berjualan di trotoar. Akhirnya, badan jalan pun sesak oleh kendaraan, pejalan kaki, dan penyeberang jalan.

Kemacetan yang tak terhindarkan terjadi saat siang menuju sore hari dan puncaknya terjadi saat weekend (akhir pekan). Kemacetan tersebut berasal dari Perempatan Sukaregang hingga berimbas ke beberapa arah. Arah menuju barat yakni sepanjang Jalan Jendral Ahmad Yani menuju pengkolan, arah ke utara yakni sepanjang Jalan Guntur hingga Bunderan Guntur, arah ke timur yakni sepanjang Jalan Jendral Ahmad Yani hingga Bunderan Suci, dan arah ke selatan yaitu sepanjang Jalan Gagaklumayung.

Hal ini membuat saya merasa resah dan kesal, karena apabila berpergian mengendarai motor melewati jalan perempatan Sukaregang dihari weekend, selalu macet. Saya melihat orang-orang yang mengatasi macetnya pun bukan dari pihak polisi lalu lintas, melainkan warga setempat yang menanganinya. Melihat kejadian tersebut, apakah pemerintah Kota Garut dapat menangani hal ini? Apakah akan dibuat lahan khusus untuk tempat parkir atau bagaimana? Agar macet ini tidak terjadi, seharusnya pemerintah dapat menangani hal tersebut sebaik mungkin. Karena hal ini menyangkut kenyamanan bagi masyarakat Garut sendiri dan juga wisatawan yang berkunjung ke Sukaregang.

Ami Adetria Noviani
Jl. Guntur Kp. Sukaregang Pasantren RT 02 RW 19,
Kecamatan Garut Kota, Kabupaten Garut (44111).