Hj. Siti Mufattahah Tinjau Langsung Pembangunan Masjid di Cianten Selaawi

SEOLAH tak kenal lelah, Anggota DPR RI Partai Demokrat Hj. Siti Mufattahah PSi,  MBA., terus intens melakukan kunjungan dan bersilaturahmi dengan warga Garut. Yang terbaru, Hj. Siti menemui jamaah masjid  di Kampung Cianten, Desa Cigawir, Kecamatan Selaawi, Kabupaten Garut.

Bagi Hj. Siti Mufattahah, berbagai kunjungan yang dilakukannya di sejumlah tempat di daerah pemilihannya ini merupakan bagian dari pengabdiannya kepada amsyarakat.  Seperti diketahui politisi Partai Demokrat ini merupakan anggota DPR RI dari daerah pemilihan (dapil) Kabupaten Garut dan Kabupaten/ Kota Tasikmalaya.

Menurutnya,  bila tidak turun langsung bersentuhan dengan warganya bagaimana mungkin dapat mengetahui kondisi dan aspirasi rakyatnya. Sedangkan ia adalah wakil mereka di parlemen. Untuk itulah, ia berupaya untuk bisa mengunjungi dapilnya satu persatu, termasuk  menemui Cianten Selaawi.

Rombongan Hj. Siti Mufatahah sendiri tiba di kawasan Kampung Cianten sekira pukul 16.00 WIB dengan didampingi  Tim BSM.  Hj. Siti menyampaikan rasa syukurnya bisa meninjau langsung pembangunan masjid Cianten di Selaawi.

Sementara itu, Dian, salah seorang warga Cianten mengaku seang bisa bersua dengan salah seorang wakil rakyat yang dikenal peduli dan ramah terhadap warga Garut. “Alhamdulillah,  akhirnya kami bisa bertemu dengan Ibu Hajjah (Siti Mufattahah) kebetulan  warga tengah membangun mesjid,” ungkapnya.

Ungkapan senada disampaikan Farhan, yang juga warga Cianten. Dirnya menyampaikan terima kasih secara khsusus kepada Hj. Siti Mufattahah yang telah berkenan mengunjungi Kampung Cianten.

“Memang kami sudah lama menanti kunjungan ibu (Hj. Siti Mufattah). Namun baru kali ini bisa terelaisasi. Kami memaklumi, karena mungkin padatnya agenda beliau.  Atas doa dan materi yang disampaikan untuk terselesaikannya pembangunan masjid Cianten dari ibu, kami haturkan teimakasih. Semoga ibu Hj. Siti Mufattahah senantiasa diberikan kekuatan, kesehatan serta rizki yang barokah. Dan dapat mengemban amanah kembali sebagai wakil rakyat di  DPR RI,” ungkapnya.  (TAF Senopati/ Adv.) ***

Hj. Siti Mufattahah Santuni Yatim Piatu dan Jompo di Cinunuk Garut

SEOLAH tak mengenal lelah Hj. Siti Mufattahah, Psi, terus berkeliling menyambangi masyarakat di beberapa tempat. Baru-baru ini Hj. Siti bersama rombongan menyantuni anak yatim piatu serta kaum jompo di Desa Cinunuk, Kecamatan Wanaraja , Kabupaten Garut, Selasa  (31 /10/17). Kegiatan ini sekaligus menghadiri undangan tabligh akbar yang diselenggarakan oleh warga Cinunuk yang diketuai oleh Asep Redianto, M. Pd.

Kecintaannya pada anak yatim dan Jompo tampaknya sudah mendarah daging bagi Hj. Siti Mufattahah,  PSi,  MBA.  Ia yang sudah dua periode  menjadi wakil rakyat di DPR pusat ini  tak henti berkeliling ke pelosok secara langsung.

Pada kunjungan Hj. Siti malam itu, Wanaraja merupakan tempat ketujuh kunjunganya dalam waktu sehari itu. Pagi hari ia menyambangi Garut kota, hingga wilayah selatan, siang kembali ke Leuwigoong.

“ Sore hari mengunjung  Limbangan, Kampung Cianten Selaawi dilanjut ke Kroya Cibatu dan barulah samapai di  Cinunuk ini,” ujarnya.

Sebagai wakil rakyat dari daerah Pemilihan ( dapil)  Jabar XI yang meliputi Kabupaten Garut, Kabupaten. Kota Tasikmalaya, Hj. Siti Mufattahah  memang konsen pada warganya secara langsung ke masyarakat.  Tentu hal itu dilakukannya sejak ia terpilih menjadi anggota DPR RI dari Partai Demokrat.

Mengemban Amanah dan rasa tanggung jawab yang tinggi serta kedekatannya  yang besar pada masyarakatnya memang terbilang   paling  serius, khususnya dalam  membantu warga di dapilnya.  Karena itu,  Hj. Siti Mufattahah terus berupaya ingin yang terbaik bagi warga di dapilnya.

“Mohon maaf bila masih ada yang belum sempat dikunjungi, ” tuturnya, saat menyampaikan sambutannya.

Sementara Wakil Bupati Garut yang turut hadir dalam acara itu mengapresiasi dan menyampaikan trimakasih atas kedatangan Hj. Siti Mufattahah, yang dinilainya begitu peduli terhadap warga Garut.  Menurutnya, Hj. Siti  merupakan salah seorang anggota DPRRI yang paling aktif melakukan kunjungan ke masyarakat, khususnya warga Garut.

Sementara itu, ketua panitia tabligh akbar, Asep Redianto, secara khusus menyampaikan ucapan terimakasihnya atas kunjungan Hj. Siti Mufattahah di acara puncak peringatan tahun baru Islam kali ini.

“ Warga sangat bergembira atas kedatangan ibu (Hj. Siti Mufattahah), bahkan tarik menarik warga untuk minta poto bersama sempat membuat kewalahan panitia.  Meski demikian, Ibu tampak tulus dan dengan ramah melayani warganya,” katanya.

Bi Ikah ( 65 ), salah seorang warga  jompo dan lumpuh, tampak terharu dengan ketulusan Hj. Siti Mufattahah yang dengan ketulusannya mengunjungi dirinya. “Saya doakan agar ibu Hj. Siti diberikan kesehatan dan kekuatan,  serta rizki yang melimpah dan barokah. Semoga  cita cita bu Hj. Siti Mufattahahh diridhoi dan dikabulkaNYA,” tutur Bi Ikah. (TAF Senopati/ Adv.)***

“Vertical” Segera Buka Cabang di Jalan Ciledug, Dapatkan Discount Mulai dari 10 – 40 Persen!

VERTICAL adalah salah satu toko yang menjual berbagai perlengkapan dan pernak pernik outdoor. Bagi pecinta alam atau yang hoby naik gunung, di toko ini tersedia berbagai perlengkapan keren dengan kualitas bahan yang tidak diragukan lagi.

Vertical Garut menyediakan sepatu, tas, sandal, jaket, tenda, sleeping bag, jam tangan, serta sejumlah aksesoris perlengkapan lainnya. Kabar gembira bagi para pecinta petualangan out door, Vertical Garut tidak lama lagi akan segera membuka cabang baru di Jalan Ciledug, Nomor. 61 Garut (depan masjid wakaf), Kecamatan Garut kota, Kabupaten Garut.
Rencananya, Vertical akan membuka cabang di Jalan Ciledug pada hari Rabu, 1 November 2017.

” Ya, kami akan membuka kembali cabang di Jalan Ciledug depan Masjid Wakaf. Khusus di hari pertama dibuka dan beberapa hari ke depan kami menyediakan discount khuaua mulai 10 hingga 40 persen,” tutur salah seorang owner toko Vertical Cabang Ciledug, Rana Mardiana, Senin (30/10/17).

Ditambahkannya, toko Vertical hingga saat ini telah memiliki beberapa cabang di wilayah Kabupaten Garut, diantaranya di Jalan Merdeka, IBC, Jayaraga, Cikajang, Bayongbong, Wanaraja, Tarogong, dan yang terbaru akan dibuka di Jalan Ciledug.

“Kami berharap dengan dibuka kembali Vertical cabang baru ini dapat memudahkan siapa saja yang membutuhkan perlengkapan out door berkualitas, namun dengan harga barang cukup terjangkau,” ungkapnya.

Selain menyediakan produk outdoor gear bermerek lokal yang sudah terkenal seperti Eiger, Rei, Consina, Avtech dan lain-lain, Vertical Garut juga menjual beberapa merek infort semisal The North Face, Deuter, trespass, Jack Wolfskins dan masih banyak lagi. (Andri/ Adv.)***

Sosialisasikan Kesehatan besama BPOM, Hj. Siti Mufattahah Hadir di Limbangan

DISAMBUT tari kolaborasi Sunda- Islami, Hj. Siti Mufattahah, anggota DPR RI dari Partai Demokrat untuk Daerah pemilihan  (Dapil) Jawa Barat XI  kembali hadir di tengah tengah masyarakat Garut. Kali ini, politisi Partai berlogo bintang mercy yang murah senyum ini menyambangi warga di wilayah utara kota Garut, tepatnya di kawasan Kecamatan di Limbangan, (25/10/17).

Kunjungan Hj.Siti Mufattahah di Limbangan kali ini, tak lain untuk memenuhi undangan warga setempat.  Adalah Forum Aliansi Guru dan Karyawan (FAGAR) yang menginisiasi kunjungan Hj. Siti ini. Dalam kegiatan tersebut, sejumlah warga, khususnya anggota FAGAR turut hadir, selain dari Limbangan, peserta yang turut serta hadir juga datang dari Malangbong, Kersamanah, Cibatu, Selaawi, Cibiuk, Cikajang, Cisurupan dan Cilawu. Dalam kegitan itu, FAGAR selaku panitia menggelar sosialisasi kesehatan dari Badan Pengawas Obat dan Makanan ( BPOM ).

Sementara itu, Hj.Siti Mufattahah sendiri tampil sebagai narasumber utama. Dalam pemaparan materinya,  Hj. Siti menyampaikan materi yang bertajuk ” Kiat memilih obat tradisional yang aman. ” Dipaparkannya, saat ini masyarakat sebenarnya sudah banyak yang memilih obat tradisional karena dianggap lebih aman dari obat sintetis.

“Selain minim efek samping, obat tradisional mudah dicari, bahkan menurut penelitian para ahli, dikonsumsi dalam jangka panjangpun  tidak akan menimbulkan komplikasi dalam tubuh,” tuturnya.

Diungkapkannya, saat ini disinyalir adanya kelemahan obat  modren /obat kimiawi. Efek samping langsung atau terakumulasi, hal ini terjadi karena obat modern terdiri dari bahan kimia yang murni baik tunggal maupun campuran. Bahan kimia bersifat tidak organis dan murni sehingga bersifat tajam dan reaktif (mudah bereaksi) sedangkan tubuh kita bersifat organis dan kompleks.  Sehingga bahan kimia bukan merupakan bahan yang benar-benar cocok untuk tubuh.

“ Penggunaan bahan kimia untuk tubuh terpaksa dilakukan dengan berbagai batasan dan dalam tingkat masih dapat diterima atau ditoleransi oleh tubuh,” katanya.

Menurutnya, obat tradisional berasal dari tumbuhan yang telah tersedia gratis di alam ini. Pengolahan obat tradisional dilakukan secara alami, tanpa campuran bahan kimia atau sintetik. Oleh karena itu, obat-obatan tradisional tidak memiliki efek samping dan aman digunakan.

“Meskipun demikian, harus tetap berhati-hati saat memilih obat tradisional karena di pasaran ada beberapa jenis obat herbal yang diproduksi secara tidak higienis atau dicampur bahan kimia,” tandasnya.

Ditambahkannya, obat taradisional yang aman diyakini sudah terdaftar dan mendapatkan nomor pendaftaran Badan POM.

Obat tradisional memiliki banyak khasiat. Satu obat tradisional saja bisa digunakan untuk mengobati lebih dari satu penyakit. Misalnya, jinten hitam atau habbatussauda dapat menyembuhkan asam urat, migrain, diabetes, hepatitis, bahkan kanker. Kehebatan habbatussauda bahkan diakui oleh Nabi Muhammad yang menganjurkan umatnya untuk mengkonsumsi habbatussauda secara teratur.

Selepas mengisi materi, Hj.Siti Mufattahah kemudian berbaur dengan peserta , untuk bersilaturahmi dan poto bersama.  Bahkan, Hj. Siti tak sungkan untuk turut menari bersama pengisi acara, dan warga . Keakraban seperti itu memang sudah biasa dilakukan oleh senator senayan dari partai Demokrat ini.

Sementara itu, ketua panitia penyelenggara, Asep Mulyatin, mengatakan, warga Limbangan khususnya sudah rindu kedatangan Hj.Siti Mufattahah karena itu, ia mengundangnya bersama Badan POM dalam kegiatan sosialisasi .

“Mengutip penjelasan Badan POM, adanya keterbatasan personil dalam pengawasan makanan dan obat di badan POM.  Maka salah satunya adalah mensosialisasikannya pada masyarakat.  Dengan harapan masyarakat bisa menjadi agen dalam mensosialisasikan makanan dan obat yang sehat serta aman untuk dikonsumsi,” ungkapnya.

Atas nama warga Garut utara, secara khusus Asep mengucapkan terima kasih kepada Hj.Siti Mufattahah yang dalam berbagai kesibukan tugasnya selalu menyempatkan hadir memenuhi undangan warga di dapilnya.

“Ucapan trimakasih juga disampaikan kepada Badan POM Bandung, Kepala UPT Pendidikan Limbangan, Ketua PGRI limbangan, para tokom masyarakat, gabungan pemuda Ansor dan Banser Malangbong, Viking Cakrabuana, Karang Taruna dan seluruh warga masyarakat yang telah hadir. ( TAF Senopati/ Adv.) ***

 

Tiga Bulan Dampingi Delapan Sekolah di Kecamatan Tarogong Kidul, JAPFA Lakukan Evaluasi Perubahan

 Garut, 26 Oktober 2017. PT Japfa Comfeed Indonesia Tbk (JAPFA) melaksanakan tahapan evaluasi untuk program JAPFA4Kids. Tahapan tersebut dilaksanakan setelah kurang lebih selama tiga bulan JAPFA mendampingi delapan sekolah di Kec. Tarogong Kidul untuk menumbuhkan sistem sekolah sehat serta perilaku hidup bersih dan sehat. Kedepalan sekolah yang didampingi adalah SDN Sukagalih 1, SDN Sukagalih 2, SDN Mekargalih 1, SDN Mekargalih 2, SDN Mekargalih 3, SDN Mekargalih 4, SDIT Cokroaminoto serta MI Al Falah Biru.

“JAPFA  ingin  memastikan  perubahan  terjadi  di  sekolah  dampingan.  Perubahan  yang didorong tidak hanya pada terbentuknya pengetahuan di guru dan siswa tetapi juga terbentuk sistem di sekolah sehingga perubahan dapat berlangsung secara berkesinambungan di sekolah,” jelas R. Artsanti Alif, Head of Social Investment & Corporate Communication JAPFA. “Harapannya sepanjang pelaksanaan program dapat terbangun sistem di sekolah dan terbentuk perilaku positif siswa yang dimotori oleh guru sebagai agen perubahan,” jelasnya.

JAPFA 4 Kids, saat memberikan layanan kesehan kepada sejumlah siswa di SDN Sukagalih 1, Kecamatan Tarogong Kidul, Kabupaten Garut, Kamis (26/10/17)***

Program pendampingan yang telah dilakukan JAPFA sejak awal bulan agustus tersebut memiliki  fokus untuk  dilakukan  dengan  membentuk  kader dalam  dalam  beberapa aspek perubahan.  Pada tahap  awal pendampingan, JAPFA4Kids membentuk Duta Anak Sehat, Duta Makanan Sehat, dan Duta Lingkungan Sehat. Ketiga duta tersebut dipilih dari anak- anak  dari  setiap  sekolah  peserta.  Setiap  dari  mereka  memiliki  tanggung jawab untuk membuat, merancang, dan menjalankan program di sekolah dengan mengajak dan menginspirasi teman-teman sebaya.

“JAPFA percaya bahwa perilaku yang ditularkan oleh teman sebaya memiliki dampak yang besar, karenanya upaya untuk mendorong perubahan harus meletakkan anak sebagai pelaku utama,” Jelas Artsanti. “Guru berperan sebagai pendorong dan motor untuk membangun sistem yang lebih kuat di sekolah sehingga perubahan tidak hanya pada tataran perilaku tetapi juga terbentuk mekanisme sistemik di sekolah,” lanjutnya.

Setelah tiga bulan berjalan, JAPFA melakukan evaluasi program dengan mengajak sekolah untuk mengukur bersama sejauhmana perubahan telah terjadi di sekolah mereka. Kegiatan evaluasi  dilakukan  selama  dua  hari  dengan  mengambil  format  kompetisi,  sharing,  dan eksibisi.

JAPFA 4 Kids membagikan sejumlah paket makanan bergizi kepada para pelajar di SDN 1 Sukagalih, Kamis, (26/10/17)***

“Untuk mengukur kemajuan sekolah, kami mengajak komite dari masing-masing sekolah untuk sharing sejauh mana perubahan telah dilakukan dalam pelaksanaan manajemen tata kelola sekolah,” jelas Dwi Priyastoko, Head of Unit Cirebon JAPFA. “Sedangkan untuk duta makanan sehat kami mengajak anak-anak untuk berkompetisi memasak namun dengan menggunakan bahan makanan hasil panenan dari kebun sekolah,” lanjutnya.

Kurang  lebih  tiga  bulan  lalu  seluruh  guru  setiap  sekolah  telah  mengikuti  pelatihan manajemen tata kelola sekolah berbasis manajemen jepang (5S). Kemudian setelah selesai pelatihan, setiap sekolah diminta membentuk komite sekolah yang bertugas untuk mengawal perubahan di tingkat sekolah.

Sedangkan untuk anak-anak mereka mendapatkan yang sebelumnya telah mendapatkan pelatihan Duta Makanan Sehat selama pendampingan mereka diajak untuk mengelola kebun sekolah. Anak-anak diajak untuk mengenali sumber makanan yang mereka nikmati sehari- hari serta memahami komponen gizinya.

“Perubahan akan terjadi dan berlangsung terus apabila anak-anak memahami esensinya,” jelas Pri. “dengan secara langsung terlibat dan menjadi pelaku perubahan menjadi sarana untuk  menumbuhkan  kesadaran  di  benak  anak-anak  pentingnya  PHBS  dan  konsumsi makanan bergizi,” imbuhnya.

Selain kegiatan kompetisi dan sharing, pada hari kedua kegiatan juga dilaksanakan pemeriksaan kesehatan, pembagian paket gizi, dan gebyar budaya. Berbeda dengan kegiatan yang dilakukan sebelumnya, pada kegiatan kali ini diadakan kompetisi LISA BILAH (Lihat Sampah Ambil Pilah). Melalui kegiatan tersebut, setiap sekolah berkompetisi untuk mengumpulkan  sampah  yang  ada  di  sektiar  lokasi  acara.  Sekolah  yang mengumpulkan sampah terbanyak akan mendapatkan hadiah.

“Budaya membangun lingkungan sehat harus dimulai dari  perilaku sederhana,” ujar Pri. “Kami ingin menunjukkan contohnya dalam gebyar budaya kali ini dengan kegiatan LISA BILAH,” imbuhnya.

Sedangkan di sudut lainnya, JAPFA menggelar eksibisi catur simultan yang menghadirkan Master Internasional Tirta Chandra Purnama melawan 20 anak sekolah dasar yang sehari sebelumnya mendapatkan pelatihan catur.

“JAPFA4Kids telah dilaksanakan JAPFA selama lebih dari satu dekade. Pada tahun ini, JAPFA melakukan  inovasi  program  dengan   tujuan  agar  pendekatan  program  sosial perusahaan  senada  dengan  prinsip  keberlanjutan  dan  berkesinambungan  serta prinsip investasi sosial,” papar Pri. “Prinsip investasi sosial berarti berbagai program yang dilakukan JAPFA dapat berkembang dan bertumbuh di masyarakat secara mandiri pasca intervensi program,” tutup Pri.

Untuk  keterangan  lebih  lanjut  Hub:  Azrie,   telp:  021-8310308   ext:  10318.  E-mail:azrie.syarief@japfa.com(Adv.)***

Hj. Siti Mufattahah Sosialisasikan BPJS Ketenagakerjaan Bersama FAGAR

MENJADI peserta Badan Penyelenggara Jaminan Sosial (BPJS) ketenagakerjaan guna melindungi dari kecelakaan juga menata jaminan masa hari tua  bagi kaum honorer dan non pegawai pemerintah merupakan suatu kebutuhan yang tidak bisa ditawar-tawar lagi. Demikian diungkapkan ketua panitia sosialisasi BPJS ketenagakerjaan, Hadi di Leles, Selasa, (24/10/17).

“Kurangnya pemahaman  masyarakat terhadap BPJS ketenagakerjaan terutama kaum buruh non pegawai pemerintah  dan para honorer  selama ini masih tinggi. Berpijak dari itu, bersama Forum Aliansi Guru dan Karyawan (FAGAR) mengundang  Hj. Siti Mufattahah Psi.,MBA., selaku anggota komisi DPR RI dari daerah pemilihan (Dapil) Jawa Barat XI, Kab/ kota Garut -Tasikmalaya.

Hj. Siti Mufattahah sendiri  politisi Partai Demokrat  yang sudah dua kali dipercaya masyarakat Garut-Tasikmalaya ini, memang dikenal dekat  pada warganya. Selain kesibukannya di parlemen sebagai anggota aktif DPR/ MPR  RI, dalam keseharaiannya nyaris dihabiskan bersama warga di dapilnya. Nyatanya meski masih dalam perjalanan pulang dari tugas negara di Ternate, ia memilih kembali ke dapil untuk memenuhi undangan warga Garut dalam sosialisasi BPJS ketenagakerjaan.

Dalam pemaparannya, Hj. Siti Mufattahah menyatakan, kaum honorer sebenarnya dapat mengikuti program jaminan pensiun sebagaimana Pegawai Negeri Sipil, dengan mengikuti BPJS ketenaga kerjaan. Khususnya para guru dan karyawan honorer harapannya  pemerintah daerah atau pemberi kerja (para kepala Sekolah) mulai merencanakan untuk memberikan jaminan pensiun ini melalui program BPJS Ketenagakerjaan.

“Dengan demikian para honorer memiliki jaminan masa hari tua yang jelas. Setidaknya, para kepala sekolah dapat membantu meringankan para honorer dalam menata masa di tuanya. Tentunya kami akan terus mendorong agar para honorer ini mendapatkan perlakuan yang layak, adil dan bisa lebih sejahtera,” ungkapnya.

Salah seorang peserta sosialisasi, Dewi Kartika, honorer asal Kecamatan Kadungora menuturkan, sebenarnya honorer yang berada di FAGAR  saat ini memiliki kartu BPJS Ketenaga kerjaan. “Sejak masa pembayaran free dari pemerintah provinsi Jabar selama tiga bulan berhenti, kebanyakan mereka tidak melanjutkan kembali pembayarannya.,” ujarnya.

Dikatakannya, berbagai pertimbangan dan persoalan banyak menimpa honorer. Maklum saja, katanya upah honorer di Garut terutama yang tidak tersertifikasi lantaran terjegal aturan harus ada SK Bupati nasibnya tidak menentu.  Upah  yang sangat minim dengan beban kerja yang sama dengan PNS   membuat para honorer tidak bisa berbuat banyak.

“Tentu harapannya pemerintah  dapat mulai memikirkan solusi terbaik untuk mensejahterakan  para guru honorer yang nasibnya terkatung-katung,” ucap Dewi.

Sementara, perwakilan BPJS Ketenagakerjaan pimpinan Garut, didampingi kepala kantor wilayah jawa Barat, menjelaskan kewajiban pekerja menjadi peserta BPJS ketenagakerjaan sesuai Undang-Undang Nomor 24 tahun 2011 tentang BPJS dan Peraturan Pemerintah Nomor 44, 45 dan 46.

Pemerintah daerah mendorong para pekerja baik di kalangan pemerintah, BUMN dan perusahaan swasta didaftarkan untuk menjadi peserta BPJS ketenagakerjaan. Kepesertaan BPJS ketanagakerjaan itu untuk melindungi para pekerja dari kecelakaan kerja juga memberikan jaminan masa tua.

“Kami mengajak para pekerja honorer di lingkungan pemerintah daerah, termasuk perangkat desa, BUMN juga buruh agar menjadi peserta BPJS ketenagakerjaan. Sebab, pekerja itu harus memiliki perlindungan dari berbagai risiko kerja juga jaminan masa tua,” katanya. (TAF Senopati/ Adv.)***

Besok KPUD Gelar Tes Wawancara Calon Anggota PPK, Berikut Daftar Nama-nama yang Dinyatakan Lulus Tes Tulis…

GARUT, (GE).- Komisi Pemilihan Umum (KPU) Kabupaten Garut dijadwalkan menggelar tes wawancara bagi calon anggota PPK Pilkada Gubernur dan Wakil Gubernur Tahun 2018, besok, Senin (23/10/17), di Aula STIE Yasa Anggana Garut Kampus II yang beralamat di Jalan Pembangunan, Kecamatan Tarogong Kidul, Kabupaten Garut.

Berdasarkan data dan papan informasi KPUD Garut, proses pelaksanaan tes wawancara dilaksanakan selama 3 hari yakni hari Senin sampai Rabu (23-25/10/17) yang dibagi oleh dua tim penguji. Seleksi wawancara sendiri dilakukan untuk mengetahui sejauhmana integritas dan profesionalitas calon anggota PPK.

Setiap kecamatan akan ditempatkan lima orang PPK. Diprediksi kuat anggota PPK dalam Pilkada 2018 akan diisi oleh beberapa wajah-wajah baru yang sebelumnya belum pernah terlibat dalam penyelenggaraan pesta demokrasi.

Tes wawancara ini merupakan tes terakhir dalam seleksi anggota PPK Pilkada Gubernur dan Wakil Gubernur Tahun 2018. Hasil seleksi rencananya akan diumumkan pada Rabu (27/10/17). Nantinya sebanyak 210 orang yang dinyatakan lolos seleksi akhir dan akan melaksanakan Pengambilan Sumpah pada tanggal (29-31/10/17) setelah dinyatakan resmi menjadi anggota PPK Pilkada Gubernur Tahun 2018. (Syamsul)***

Hj. Siti Mufattahah Salurkan Bantuan untuk Nelayan di Cibalong

MASYARAKAT Cibalong  mungkin masih teringat dengan kasus meninggalnya nelayan asal Desa Sagara Kecamatan Cibalong, Kabupaten Garut beberapa bulan lalu. Ia adalah Didin ( 46 ) yang  meninggal dunia tergulung ombak dan terjerat jaringnya sendiri saat mencari Ikan di perairan Laut Kidul.

Demikian diungkapkan Hj.Siti Mufattahah, anggota DPR RI dari Fraksi Partai Demokrat,  daerah pemilihan (Dapil) Jabar XI, Garut Kab/Kota Tasikmalaya , saat membuka sosialisasi Keamanan dan Keselamatan Kerja (K3), Sabtu (19/10/17).

Menurutnya, bukan tidak mungkin kasus serupa kembali menimpa para nelayan disepanjang pantai selatan Garut. Berdasarkan petimbangan itu,  Hj. Siti Mufattahah , Psi., MBA., merasa terpanggil untuk memberikan bantuan alat keselamatan bagi ratusan nelayan khususnya di Cibalong.

“ Kecelakaan para nelayan terjadi selain kurangnya pelindung dan pengamanan, juga masih kurangnya pengetahuan tata cara penyelematan diri dari kecelakaan saat di laut.  Masyarakat Sagara di Cibalong memang salah satu contoh warga nelayan yang ada di sepanjang pantai selatan Garut.  Masih terbatasnya bahkan minimmnya alat alat keselamatan bagi nelayan membuat politi Demokrat dari Senayan ini  untuk memberikan bantuan kepada para nelayan dan kelompok masyarakat pengawas kehutanan dan lingkungan hidup ( Pokwasmas) Cibalong,” ungkapnya.

Ia berpesan dengan adanya alat-alat keselamatan itu, setidaknya dapat meningkatkan kembali semangat dan gairah bernelayan mengail ikan sebagai mata pencarian rata rata warga Cibalong selatan.  Adanya alat  alat keselamatan diharapkan dapat meminimalisir  terjadinya kecelakaan yang berakibat patal.

“Setidaknya sudah antisipasi, sehingga nelayan tidak begitu takut turun kembali ke laut. Pengamanan diri saat mencari ikan di laut memang kebutuhan vital yang harus mereka miliki,” tandasnya.

Sementara itu, salah seorang nelayan asal Cibako yang tergabung kedalam  kelompok masyarakat nelayan ( pokmas ) Toto , mengaku senang dan bertrimakasih kepada Hj.Siti Mufattahah yang  selalu  mempedulikan warganya .

“Ibu (Hj.Siti Mufattahah) itu sosok idola, selalu blusukan ke daerah daerah menemui warga dapilnya. Bukan saja karena ia ingin mencalonkan sebagai anggota legislatif, tetapi Ibu Hj. Siti Mufattahah adalah anggota aktif DPR RI yang sudah dua periode dipercaya oleh warga Garut untuk menjadi wakilnya di Senayan,”  ungkapnya.

Senada dengan Toto , Ketua Himpunan Nelayan Seluruh Indonesia  ( HNSI ) Ranting Kecamata Cibalong, Dedi Kuswandi, menyampaikan rasa syukurnya atas bantuan yang diberikan Hj.Siti Mufattahah.

“Alhamdulillah, kita bersyukur dan berterima kasih kepada ibu Hj. Siti yang telah memberikan bantuan kepada kami para nelayan. Alat-alat keselamatan itu memang sangat diharapkan dan dinantikan oleh warga nelayan di Cibalong,” ujarnya.

Sementara itu, Kapolsek  Cibalong, AKP. Supian Bj, megapresiasi kepedulian seorang anggota DPR RI Hj.Siti Mufattahah yang selalu giat memngunjungi warganya, khususnya di Cibalong dan pesisir selatan Garut.

“Saya apresiasi dengan kunjungan ibu Hj. Siti, dan saya ucapkan terima kasih secara khusus atas sumbangsihnya kepada para nelayan di Cibalong.  Jarang jarang anggota DPR RI yang masih menjabat terjun langsung ke pelosok-pelosok.  Ibu .Hj.Siti Mufattahah  lain dari yang lain, ia sangat  peka dan dekat dengan warga di daerah pemilihannya. Semoga saja Ia diberikan kesehatan dan kekuatan dalam memangku amanah sebagai anggota DPR RI. Selain  itu semoga cita-citanya di kabulkan Allah SWT,” ungkapnya. ( TAF Senopati/ Adv.) ***

Hj. Siti Mufattahah Temui Guru Honorer Korban Kebakaran di Garut

KEHADIRAN Hj. Siti Mufattahah, PSi., anggota DPR RI dari Partai Demokrat, dirasakan begitu istimewa bagi kaum honorer (guru) di wilayah Kabupten Garut. Disela-sela kesibukannya, bahkan di hari libur sekalipun, politisi Partai Demokrat ini selalu menyempatkan berkumpul bersama ratusan guru  honorer, khususnya di Garut.

Keisitimewaan Hj. Siti bagi kaum honorer ini diakui Ketua DPC Fagar Cisurupan, Ucu Nursyamsu. Menurut Ucu, diacara kecil saja, Hj. Siti Mufattahah tak sungkan untuk menemui masyarakatnya.

“Ibu Hj. Siti Mufattahah adalah pejabat negara yang sangat merakyat dan dekat dengan warganya. Terutama kami para tenaga honorer,” tutur Ucu.

Menurut Ucu, kedatangan Hj. Siti di Kecamatan Cisurupan baru-baru ini tak lain guna bersilaturahmi dengan para honorer, serta memberikan dukungan pada para tenaga  honorer.

” Ibu (Hj. Siti) memberikan nasehat agar kami tetap bersabar, tidak putus asa dalam memperjuangkan nasib kami untuk menjadi pegawai abdi negara (PNS/ASN). Ibu adalah sesosok ‘Srikandi dari langit’ yang senantiasa memberikan spirit, moril maupun materil pada kami para tenaga honorer yang ada di Garut,” ungkapnya, Minggu (15/ 10/17).

Diungkapkannya, salah satu kepedulian Hj. Siti  ini dibuktikan dengan kehadirannya di acara pembagian insentif. Selain itu, pada saat pertemuan tersebut tidak sedikit para honorer yang mendapatkan santunan dari Hj. Siti.

Di hari yang sama, di tempat terpisah ratusan honorer yang ada di Kecamatan Karangpawitan pun telah berkumpul dengan sabar untuk bertemu dan bersilaturahmi dengan anggota DPR RI yang dikenal  getol menemui warganya di daerah pemilihannya.

Ketua DPC Fagar Karangpawitan, Suherman, mengatakan, anggotanya telah menunggu  Bu Hj. Siti sejak pagi. “Anggota kami juga sama denga di tempat lain, berharap sekali kedatangan seorang Anggota DPR RI. Apalagi Ibu Hj. Siti sudah sering berkeliling menemui para honorer di Selatan Garut. Kali ini, pada triwulan tiga, keinginan para anggota honorer Karangpawitan kesampean juga,” ujarnya.

Menurut Suherman, para anggota honorer di Karangpawitan rela berdesakan dan bermandikan keringat guna menantikan sosok pujaan para warga Garut ini.

Dalam kegiatan tersebut, Hj. Siti Mufattahah menyempatkan diri mengunjungi beberapa guru honorer yang tengah dirundung duka. Diantanranya Neni, salah seorang guru honorer asal SDN Lebak Agung 3, Kecamatan Karangpawitan. Seperti diketahui, Neni merupakan korban kebakaran rumah belum lama ini.

Neni bersama suaminya tercatat telah mengabdi berpuluh puluh tahun menjadi guru honorer. Meski telah mengabdi puluhan tahun, hingga saat ini harapan Neni bersama suaminya untuk jadi PNS tak kunjung terwujud.

Bukan hanya Neni, hingga saat ini ribuan honorer, khsusnya di Garut hingga kini nasibnya masih terkatung-katung, bahkan seolah ”Dipetieskan”.

Saat dikunjungi dalam kondisi berduka, keluarga Neni, tentunya sangat berterimakasih kepada Hj. Siti Mufattahah yang telah memberikan bantuan kepada keluarganya. Seperti diketahui, rumah Neni dan keluarganya rata dengan tanah akibat kebakaran beberapa waktu lalu.

Tak sampai disitu, kepedulian  Hj. Siti Mufattahah juga ditunjukan dengan memberikan tanda mata dan pengharggan kepada para nonorer yang masa kerja dan usianya sudah mulai Udzur.

“Ini tidak seberapa,  bila dibanding pengabdian mereka  (para guru honorer/red),” tutur Hj.Siti, seraya menebar senyman ramahnya.

Hj. Siti Mufattahah, menegaskan, jika dirinya bersama rekan rekannya di DPR RI selalu mendukung perjuangan honorer. Kedekatan dan kecintannya Hj. Siti pada kaum guru honorer itu cukup beralasan. Hj. Siti menegaskan bahwa jasa para guru itu tidak boleh dipandang sebelah mata. Oleh sebab itulah  ia merasa selalu ingin dekat dan hormat kepada para guru.

“Hingga kini Daftar Inventarisir Masalah (DIM) belum turun juga dari kemenPAN RB. Padahal pihak DPR tengah menunggu DIM itu untuk  penyelesaian  persolana honorer yang sudah terkatung katung tidak jelas nasibnya. Tentunya, saya akan terus berjuang untuk memperjuangkan nasib para honorer agar mendapatkan perhatian dan kepedulian pemerintah. Setidaknya para honorer itu dapat merasakan dan menikmati bagaimana rasanya hidup sejahtera,” ungkapnya.  (TAF Senopati/Adv.)***