Caleg Pasang Iklan di Media Massa Dikenakan Sanksi Pidana, ini Aturannya

GARUT, (GE).- Bagi para Calon Anggota Legislatif (Caleg) harap menahan diri untuk memasang iklan di media massa, cetak atau elektronik. Pasalnya ancaman sanksi pidana kurungan penjara satu tahun dan denda Rp 12 juta akan dikenakan bagi Caleg yang berani melanggar.

Badan Pengawas Pemilu (Bawaslu) Kabupaten Garut, mengingatkan para calon legislatif untuk mematuhi aturan terutama soal aturan berkampanye di media massa. Komisioner Bawaslu Garut bagian penindakan, Asep Nurjaman menyampaikan, aturan kampanye di media massa sesuai dengan aturan yang telah ditetapkan adalah 21 hari mulai tanggal 24 Maret 2019 hingga 13 April 2019.

Asep menyampaikan, sesuai dengan Undang-Undang nomor 7 tahun 2017 pasal 492, sanksi pelanggaran kampanye di luar jadwal yang telah ditentukan, bisa dipidana dengan ancaman hukuman maksimal satu tahun penjara dan denda Rp 12 juta.


“Kalau diskualifikasi itu hanya untuk pelanggaran yang sifatnya TSM (Terstruktur, Sistematis dan Massif),” kata Asep saat ditemui Senin (26/11/2018).

Sementara untuk media massa yang menerima pemasangan iklan dari calon legislatif, menurut Asep mekanismenya akan diserahkan kepada pihak yang berwenang dalam hal ini adalah Dewan Pers.

Asep mengaku, sampai saat ini memang belum ada laporan soal calon legislatif yang memasang iklan pencalonannya di media massa. Pihaknya pun, akan melakukan pemantauan iklan calon legislatif, terutama di media online. (MHI)***

TULIS KOMENTAR KAMU DI SINI