Bupati Tolak Pengunduran Diri Kadinkes Garut, Ketua Komisi A : “Saya Sangat Kecewa”

Alit Suherman, Ketua Komisi A DPRD Kabupaten Garut.

GARUT,(GE).- Bupati Garut, Rudy Gunawan, menyatakan penolakannya terkait pengunduran diri Kepala Dinas Kesehatan (Kadinkes) Kabupaten Garut, dr Teni Swara Rifai. Seperti diketahui, Teni Swara Rifai telah resmi mengajukan pengunduran dirinya sebagai Kadinkes beberapa waktu lalu kepada Pjs Bupati Garut, Koesmayadie Tatang Padmadinata.

“Pengunduran Kadinkes (dr. Teni Swara Rifai) belum disetujui dan masih dikaji. Selama belum direkomendasi dan diberhentikan oleh Bupati ya harus terus kerja,” ujar Rudy Gunawan, Rabu (04/07/2018).

Menanggapi kasus pengunduran diri Kadinkes, Ketua Komisi A DPRD Garut, Alit Suherman, menyangkan sikap Bupati Garut, yang menolak pengunduran diri Kadinkes Garut.


“Saya sangat kecewa, kenapa menolak pengunduran diri Kadinkes. Ini bukan yang pertama kalinya dr. Tenni Swara Rifai mengundurkan diri dari jabatan Kadinkes,” ujar Alit.

Alit mengungkapkan, perilaku Kepala Dinas Kesehatan, Tenni Swara Rifai sudah tidak mencerminkan sebagai pejabat yang baik. Bahkan, sudah mempermainkan jabatan yang di berikan oleh Kepala Daerah.

“Kadinkes sudah mempermainkan jabatannya yang telah diberikan oleh Kepala Daerah. Padahal, masih banyak pejabat yang ingin menjadi Kepala Dinas. Kenapa Bupati Garut mempertahankan seorang pejabat yang tidak konsisten,” tandasnya.

Alit juga sudah memanggil Badan Kepegawaian Daerah (BKD) guna menanyakan sejauh mana proses pengunduran diri Kadinkes Garut.

“BKD sudah memproses dan menyetujui pengunduran dirinya. Namun, saat di berikan pada Bupati Garut, ternyata di tolak dengan alasan agar segala pelayanan dan program berjalan. Padahal, masih bisa dilakukan oleh pejabat yang lainnya, misal nya mengangkat Plt, seperti yang terjadi di Dinas Pendidikan Kabupaten Garut,”

Ia juga meminta agar Bupati Garut, untuk segera mengevaluasi kembali terkait dipertahankan ya Kadinkes, yang sudah mengundurkan diri. Alit juga berharap agar BKD, untuk segera mengevaluasi manejerial Kadinkes Garut terkait dengan kinerjanya.

“Masa seorang Kepala Dinas saat melakukan Rapat Kerja memberikan jawaban yang tidak selayaknya sebagai pejabat. Misalnya, saat ditanya berapa jumlah angka kematian ibu dan anak di Garut, Kadinkes menjawab itu urusan Alloh. Nah, jawaban tersebut sangat tidak logis dilontarkan oleh pejabat. Memang kalau urusan kematian ada di tangan Alloh, tetapi kan ini secara kepegawaian masa gak ada datanya,” ungkapnya. (Tim GE)***

Editor: ER.

TULIS KOMENTAR KAMU DI SINI