Bupati Tak Kunjung Penuhi Janjinya, Wanita Renta Guru Ngaji Ini Hanya Menanti Janji yang Tak Pasti

Sutinah (65) atau Mak Suti, warga Kampung Parigi, Desa Bagendit, Kecamatan Banyuresmi, Kabuapeten Garut.***

HARI berganti minggu, minggu bergantu bulan janji yang dinanti tak kunjung terbukti. Itulah yang kini dirasakan Sutinah (65) atau Mak Suti, warga Kampung Parigi, Desa Bagendit, Kecamatan Banyuresmi, Kabupaten Garut.

Sudah sekian lamanya, perempuan sebatang kara ini menunggu janji yang sempat diucapkan Bupati Garut, Rudy Gunawan. Menurut wanita renta yang mengalami kelumpuhan ini, Bupati Rudy sempat menjanjikan akan membuatkan pompa air yang didamkannya.

“Beberapa bulan yang lalu Pak Bupati berjanji kepada saya untuk memberikan pompa air agar saya tak kesusahan lagi untuk mendapatkan air. Namun entah kenapa hingga saat ini janji tersebut belum juga dipenuhi,” tutur Mak Suti, Jumat (29/9/2017).


Diakuinya, hingga saat ini, ia tetap harus bersusah payah mengambil air sendiri dengan cara menimba. Untuk mendapatkan seember air dirinya harus merangkak, karena memang dirinya mengalami keterbatasan fisik, lumpuh.

Sutinah menyebutkan, sejak lahir, dirinya memang sudah mengalami kelainan. Kelumpuhan yang dideritanya menyebabkan dirinya tak bisa berjalan seumur hidup. Bahkan untuk beraktivitas Sutinah harus merangkak, karena memang tak ada yang membantu karena selama ini ia hidup sebatang kara.

Meski memiliki keterbatasan fisik, bukan berarti Mak Suti hanya berpangku tangan. Bahkan, dengan segala keterbatsanannya, ia masih bisa secara rutin mengajari ngaji anak-anak di kampung halamannya. Sejak kecil dia memang sudah pandai mengaji berkat didikan ayahnya yang pernah belajar di pesantren.

“Sejak kecil saya memang sudah diajari oleh ayah agar mau mengaji. Alhamdulillah, saat ini saya dipercaya untuk mengajar ngaji puluhan anak-anak di kampung ini,” katanya.

Dengan segala keterbatasannya, Sutinah pun masih harus menjalankan aktivitas rutin lainnya seperti memasak dan menimba air dari sumur. Semua itu dia lakukan sendiri tanpa dengan ikhlas tanpa keluh kesah.

Sebelumnya, beberapa waktu yang lalu, kondisi Mak Sutinah pernah diekspose beberapa media, dengan harapan Bupati memberikan perhatian kepada warganya yang memiliki keterbatsan.

“Saat itu ada wartawan beberapa wartawan yang kasihan sama emak dan memberitakannya. Setelah itu Bupati berjanji akan membantu memberikan bantuan berupa pompa air agar saya tidak perlu menimba air dari sumur lagi. Tentu saja saya sangat gembira dengan janji bupati itu,” ucap Sutinah.

Namun janji tinggal janji. Ternyata hingga hari ini janji tersebut tak kunjung dipenuhi sehingga Sutinah masih harus menimba air dari sumur.

Meski cukup kecewa dengan janji yang tak pernah dipenuhi tersebut, akan tetapi Sutinah mengaku sudah tak mau berharap lagi. Semuanya dia pasrahkan kepada Alloh SWT.

“Sudahlah, saya tak lagi mau berharap janji itu dipenuhi karena sudah terlalu lama menunggu. Biar semuanya saya pasrahkan kepada Alloh yang Maha Adil,” tuturnya, lirih. (Tim GE)***

Editor: Kang Cep.

TULIS KOMENTAR KAMU DI SINI