Bupati : Pemborong yang Gebrak-gebrak, Saya Perintahkan Jangan Dicairkan!

PEMKAB, (GE).- Dalam pertemuan dengan para pemborong dan Kamar Dagang Industri (Kadin) Garut, di Kantor DPPKA, Jum’at (04/11), Bupati Garut, Rudy Gunawan, mengancam tidak akan membayar tagihan para pemborong yang menagih haknya dengan cara kasar dan tidak dilengkapi dengan persyaratan mutlak.

” Kami akan segera melakukan pembayaran terhadap seluruh SPM yang hak tagihnya telah lengkap. Tapi untuk yang tidak lengkap, gebrak-gebrak saya perintahkan jangan dicairkan. Ini perintah Bupati,” tegasnya.

Dikatakannya, Pemkab Garut akan membayar tagihan-tagihan dari para pemborong yang SPM nya sudah dilengkapi dengan persyaratan lainnya, yakni berita acara selesai kegiatan dan poto serta yang lainnya.


Rudy menyebut, pihaknya memiliki saldo setara kas secara keseluruhan totalnya mencapai Rp 185 miliar. Sedangkan total tagihan yang harus dibayar berjumlah Rp. 24 miliar. Kewajiban tersebut akan dibayar dari dana sisa lelang dan dana penghematan. Dari dua pos anggaran itu, jumlahnya mencapai Rp 45 Milyar.

Selain itu, Rudy, mengancam akan memutus kontrak untuk beberapa proyek yang deviasinya lebih dari 15 persen, akibat lambannya pengerjaan proyek, sehingga tidak mungkin selesai hingga berakhirnya Tahun Anggaran 2016 ini.

“Yang kemajuannya/deviasinya lebih dari 15 persen, yang seharusnya 75 persen (selesai/ red.) ini baru 60 persen, padahal waktuya tinggal 2 bulan lagi,” ujar Rudy.

Pemutusan kontrak kerja pembangunan proyek tersebut menurut Rudy, totalnya mencapai Rp 30 Milyar, baik proyek yang berskala kecil hingga berskala besar.”Kemungkinan nilai total kontraknya ada Rp 30 miliar secara keseluruhan. Diantaranya ada jembatan di Selatan, jalan di selatan, itu di blacklist. Mereka tidak bisa ikut lelang di sini selama 3 tahun,” tandasnya.

Disebutkan Bupati, dengan adanya pemutusan kontrak kerja proyek yang belum selesai itu, proses pengerjaannya akan dilanjutkan pada bulan Februari Tahun 2017, oleh pemborong yang baru dengan melalui sistem lelang ulang. (Dhief)***

Editor: Kang Cep.

TULIS KOMENTAR KAMU DI SINI