Bupati Pantau Harga Sembako di Ciawitali, Telur dan Gula Pasir Naik Signifikan

PEMKAB,(GE).- Dengan didampingi kepala Unit Pelaksana Tekhnis Dinas (UPTD) Pasar Guntur, Ciawitali, Garut, Bupati Rudy Gunawan, melakukan pementauan harga berbagai kebutuhan pokok masyarakat jelang bulan suci Ramadan 1437 Hijriyah tahun ini (2016). Pemkab Garut mengaku telah siap megendalikan kemungkinan kenaikan harga saat memasuki Ramadhan dan menjelang hari raya Idul Fitri.

Berdasarkan pantauan nya pada hari Kamis (2/06/2016) siang sejumlah harga produk kebutuhan pokok masyarakat didapai mulai mengalami kenaikan. Dari pantauan Bupati bersama jajarannya, berbagai kebutuhan pokok yang mengalami kenaikan diantaranya, telur ayam yang semula berkisar dihargai Rp 18.000 per kilo gram, kini naik jadi Rp 22.000 per Kg. Selain telor ayam kenaikan juga terjadi pada gula pasir, semula gula pasir ini dibanderol Rp 12.000 naik beberapa digit menjadi Rp. 16. 000 per Kg.

Dengan kenaikan harega berbagai kebutuhan pokok ini,Pemkab Garut berjanji akan segera ber koordinasi dengan pemerintah pusat untuk kembali menstabilkan harga kebutuhan pokok masyarakat.

“Ya, tadi saya sudah melakukan pemantauan harga. Memang ada beberapa harga yang naik diantaranya harga telur dan gula pasir. Untuk harga beras tidak ada kenaikan menjelang bulan suci Ramadhan tahun ini (2016/ red), harganya cukup stabil dan stok cukup melimpah. Saya yakin tidak ada kekurangan jelang Ramadhan ini.” Ungkap Bupati Garut, Rudy Gunawan, saat diwawancarai beberapa wartawan, kemarin (2/06/2016).

Dikatakannya, Pemkab Garut hanya mengendalikan dan memantau masalah kebutuhan pokok yang ada di kabupaten Garut. Sementara itu, kata Bupati, untuk menstabilkan harga telur, gula dan daging sapi itu kebijakan pemerintah pusat.”

Sementara itu, kenaikan berbagai kebutuhan pokok jelang Randhan ini ditanggapi biasa-biasa saja oleh warga. Sejumlah warga dan pedagang pun menganggap kenaikan harga jelang bulan suci Ramadan ini dianggap wajar karna sudah menjadi tradisi tahunan.

“Wajar lah, kalau naik mah ini kan sudah tradisi tahunan. Sudah biasa menjelang Ramadhan dan Lebaran,” tutur Rahmat, salah seorang pedagang di Pasar Ciawitali. (Idrus Andriawan).***