Bupati Ngaku Likuiditas Keungan Garut Baik, Gaji PNS dan Proyek Pasti Dibayar

GARUT KOTA,(GE).- Meski Dana Alokasi Umum (DAU)ditunda pencairannya pada Tahun Anggaran 2016 ini, Bupati Garut, Rudy Gunawan mengatakan, hal itu tidak masalah sebab kondisi keuangan daerahnya masih baik dan memiliki kemampuan likwiditas tinggi.

“Penundaan ini tidak ada masalah bagi kita. masalahnya ini hanya manajemen keuangan negara dengan daerah. Pemerintah pusat menganggap kita, memiliki likwiditas keuangan yang baik. Sehingga pembayarannya ditunda sampai Bulan Desember,” katanya, usai menghadiri upacara peringatan Hari Pramuka, di Alun alun Garut Kota, Senin (29/08/2016).

Pihaknya membantah jika penundaan DAU tersebut, sebagai akibat jeleknya tata kelola keuangan daerahnya dan masih rendahnya penyerapan anggaran pembangunan. “Tidak begitu, justru di Garut ini masih terlalu banyak uang, yang tidak dilakukan penarikan setiap bulan untuk pembangunan proyek-proyek,” ungkapnya.

Bupati juga membantah jika pemerintahannya melakukan pelanggaran terhadap Perpres nomor 70 Tahun 2012, dengan tidak memberikan uang dimuka sebesar 30 persen untuk pengerjaan proyek-proyek pembangunan.” Justru saya juga bingung, pemborong ini lebih suka bermain dengan Bank, ketimbang mengambil uang muka,” ujarnya.

Malah Rudy balik menuding para pemborong yang lebih suka bermain dengan Perbankan tersebut, karena tidak memiliki perusahaan sendiri.” Saya tahu mereka lebih suka bermain dengan bank, karena mereka pinjam “bendera” (perusahaan milik orang lain- red),” tandasnya.

Selanjutnya Bupati meminta semua pihak untuk tidak panik dengan adanya penundaan DAU tersebut, termasuk kepada kalangan media. “Gak usah panik, semua pasti dibayar gaji akan dibayar, proyek-proyek akan dibayar, termasuk media. Kan uang kita masih banyak, kalau tidak ada koran, kepala dinas mau baca apa,” tegasnya. (Dief)***