Bupati Garut tak Penuhi Janji, Rumah Fadli akhirnya Dibangun Baznas

INILAH penampakan rumah baru keluarga Fadli, si bocah penjual kerupuk. Rumah ini akhirnya dibangun oleh Baznas Kabupaten Garut. (Foto : MHI/GE)***

GARUT, (GE).- Keluarga bocah penjual kerupuk yang tahun lalu sempat viral di medsos, Fadli (13), akhirnya bisa bernapas lega. Meski Bupati Garut nonaktif, Rudy Gunawan, tak juga merealisasikan janjinya membangunkan rumah bagi keluarga Fadli, mereka tidak merasa kebingungan lagi.

Tak lama lagi, Fadli dan keluarganya segera bisa menempati rumah barunya. Pihak Badan Amil Zakat Nasional (Baznas) Kabupaten Garut yang mengambil alih tugas tersebut. Meski sederhana dan tidak terlalu luas, bangunan rumah yang terletak di Desa Hegarsari, Kadungora, Garut, Jawa Barat, itu layak untuk ditempati.

Menurut Ketua Baznas Kabupaten Garut, Raden Aas, proses pembangunan rumah untuk keluarga Fadli sudah mencapai 80 %. Rencananya, Fadli bersama ibunya, Heni Rohaeni (36), serta sang adik, Nurlaela Jamilah, awal Mei 2018 ini sudah bisa menempati rumah idamannya.


Bagi Rohaeni, ini merupakan kado terindah. Apalagi, menjelang kelahiran keluarga barunya. Tak lama lagi ,Fadli memang akan mendapat adik baru. Saat ini masa kehamilan Heni memasuki 9 bulan.

Rumah tersebut, jelas Aas, murni merupakan bantuan dari Baznas. Biaya pembangunannya lebih dari Rp 30 juta. Selain itu, Baznas juga akan memberikan batuan modal usaha untuk keluarga Fadli.

“Kondisi keluarga Fadil tidak cukup hanya diberikan rumah saja. Mereka harus diberi kesempatan usaha untuk menutupi kebutuhan sehari-hari. Rencananya kami akan berikan modal usaha Rp 2 juta,” kata Aas kepada GE, Selasa (17/4/18).

Aas juga berharap Fadli terus melanjutkan sekolah. Sekarang Fadli duduk di bangku kelas VI SD Talagasari 3. Sebelumnya Fadli sempat putus sekolah. Namun, kini ia kembali bisa mengenyam pendidikan setelah Dinas Pendidikan Kabupaten Garut bersama pihak Kecamatan Kadungora mengupayakannya.

“Kita juga Insya Allah siap menanggung biaya sekolahnya, karena dia sekarang kelas 6 (SD), nanti kita sekolahkan entah di SMP atau di Tsanawiyyah,” terang Aas.

Liku perjuangan hidup Fadil sendiri sempat mengundang banyak simpati dari para netizen di media sosial. Selain harus berjualan kerupuk dari kampung ke kampung, Fadil dan keluarganya juga harus reka tinggal di gubuk reyot milik tetangganya di Kampung Sinyar, Desa Kadungora.

Setelah ramai diperbincangkan di media sosial. Sontak petinggi Pemkab Garut pun kebakaran jenggot. Bahkan, Bupati Garut, Rudy Gunawan, kala itu sempat berjanji akan membangunkan rumah baru bagi keluarga Fadli.

Namun, tunggu punya tunggu, rumah yang dijanjikan Rudy tak pernah terbukti. Beruntung, sejumlah kalangan masih memperhatikan nasib keluarga bocah bernama asli Sutrisno ini. Baznas Kabupaten Garut kini sudah membangunkan rumah baru bagi keluarga Fadli. (MHI/GE)***

Editor : SMS

TULIS KOMENTAR KAMU DI SINI