Bupati Garut Rudy Gunawan, Pasang Badan Hadapi P3L

PEMKAB, (GE).- Aksi Unjuk Rasa (Unras) Paguyuban Pedagang Pasar Limbangan (P3L) mendapat tanggapan serius Bupati Garut H. Rudy Gunawan. Bahkan untuk menghadapi permasalahan ini, Bupati siap pasang badan. Tujuannya tiada lain agar permasalahan ini tidak larut-larut.

Bupati Garut, Rudy Gunawan meminta permasalahan Pasar Limbangan yang dituntut Paguyuban Pedagang Pasar Limbangan (P3L), harus dilihar secara utuh. Rudy pun mempertanyakan solusi yang diinginkan para pedagang.

“Jika mempertanyakan belum ada kesepakatan dengan warga saat akan membangun itu tidak benar. Waktu dibongkar tahun 2013, pedagang kan dipindahkan ke Pasopati. Itu artinya kan ada kesepakatan,” ujar Rudy di Kantor Bupati Garut, Rabu (19/01/2016).

Pemindahan sementara para pedagang, lanjut Rudy, telah ditanda tangan pihak Iwapa dan P3L. Jika tidak ada kesepakatan, maka pedagang tidak akan pindah.

“Saat saya menjabat Bupati, para pedagang itu kan sudah pindah ke Pasopati selama sembilan bulan. Jadi kenapa mereka jadi mempermasalahkannya,” ucapnya.

Terkait putusan PTUN tentang pencabutan IMB, diakui Rudy telah dilaksanakan pihaknya. Setelah ada perbaikan IMB baru dan Amdal, maka pembangunan bisa kembali dilanjutkan.

“Versi BPMPT itu kenapa tidak ada Amdalnya karena lahannya kurang dari 10 ribu meter. Jika lebih harus ada Amdal,” ujarnya.

Rudy berjanji akan datang ke Limbangan pada tanggal 27 Januari seperti keinginan para pedagang. Pihaknya siap mempertanggungjawabkan masalah pembangunan Pasar Limbangan.

“Kalau mau ada yang melaporkan ke KPK atau kepolisian saya mempersilakan. Akan saya hadapi,” ucapnya.

Kepala BPMPT Kabupaten Garut, Jatjat Munajat, menuturkan pihaknya sudah menjalankan putusan PTUN, dengan upaya membatalkan IMB yang dimiliki oleh PT Elva Primandiri. Jatjat menegaskan bahwa sampai saat ini dirinya belum mengeluarkan IMB untuk pengembangan Pasar Limbangan.

“Sekarang jika ingin mengeluarkan terkendala dengan persyaratan yang masih belum dilengkapi. Kendalanya dari Amdal lalin yang sampai saat ini belum diselesaikan oleh pemohon,” kata Jatjat. Farhan SN***