Bupati Garut Nyatakan Siap Jalankan Perda Anti Maksiat

KOTA, (GE).- Tuntutan pembuatan Perda antimaksiat yang dilakukan ribuan santri di Kabupaten Garut ditanggapi Bupati Garut, Rudy Gunawan. Pemkab telah lama memiliki Perda yang melarang segala bentuk kemaksiatan itu.

Perda antimaksiat di Kabupaten Garut tertuang dalam Perda nomo 13 tahun 2015. Isinya menerangkan soal larangan perbuatan maksiat, pelacuran dan peredaran minuman beralkohol. Perda tersebut merupakan perubahan dari Perda nomor 2 tahun 2008.

“Sudah ada Perdanya dan sudah diperbarui juga tahun lalu. Jadi sudah jelas aturannya,” ujar Rudy di Gedung Lasminingrat, Selasa (31/5).

Meski begitu, Rudy mendukung keinginan dari para santri dan ulama yang dituangkan dalam lima komitmen. Aksi itu sebagai bentuk kepedulian para santri kepada Kabupaten Garut.

“Kami akan terus berupaya menegakkan Perda itu (antimaksiat). Adanya Perda itu membuktikan jika Pemkab serius menangani masalah maksiat,” ucapnya.

Rudy menambahkan, di Kabupaten Garut sudah sangat jelas pelarangan penjualan alkohol di atas 0 persen. Jika ada yang kedapatan menjual, pihaknya akan melakukan penindakan.

“Masyarakat juga harus berperan aktif. Silakan lapor ke kami kalau mengetahui ada toko atau tempat yang menjual minuman keras,” katanya.

Razia ke sejumlah tempat hiburan, tutur Rudy, juga rutin dilaksanakan. Penjualan minuman keras saat ini sudah banyak memiliki cara baru agar tak diketahui petugas. Di antaranya dengan memasukan minuman keras ke dalam jerigen.

“Jadi kayak jual spirtus saja. Sudah tidak pakai botol. Sudah jelas ilegal dan harus ditindak,” ujarnya.

Menjelang bulan Ramadan, Rudy juga mengimbau agar warung makan tak menjajakan makanan saat puasa. Rudy meminta setiap masyarakat untuk menghormati umat muslim yang menjalankan ibadah puasa. Farhan SN***