Bupati Bertekad Akan Terus Tertibkan PKL di Zona Merah

KAWASAN Jalan Cikuray, Garut kota. Tampak lengang usai penertiban PKL yang dilakukan Satpol PP, belum lama ini./Foto: Cep"GE."

GARUT, (GE).- Operasi penertiban Pedagang Kaki Lima (PKL) akan terus dilakukan dikawasan zona merah. Hal ini disampaikan Bupati Garut, Rudy Gunawan baru baru ini. Yang dimaksud zona merah untuk PKL ini diantaranya sepanjang jalan Jendral A.Yani mulai dari persimpangan jalan Cimanuk hingga perempatan toserba asia, sebagian Jalan Ciledug dan Jalan Cikuray. Kawasan terebut merupakan areal favorit PKL yang biasa disebut kawasan “Pengkolan.”

“Tidak ada tawar menawar lagi, tidak ada bergaining. Pokoknya penertiban PKL akan terus dilakukan. Selama ini Pemerintah terlalu lembek, dan lama membiarkan PKL.” Tandasnya, Senin (23/1/2017).

Bupati menilai, selama ini belum ada camat atau Kasatpol PP yang berhasil menangani penertiban PKL tersebut. Sehingga kawasan Pengkolan seperti itu-itu saja. Padahal, di zona itu berdasarkan undang undang dilarang untuk berjualan.


“Di kawasan itu mutlak dilarang untuk aktivitas PKL, karena kan undang-undang nya juga seperti itu. Tetapi disana nanti secara terencana akan ada bazar bagi PK,” tukasnya.
Menanggapi hal tersebut, pengurus PKL Pengkolan, Awing menilai, penertiban PKL kali ini dilakukan karena pemerintah daerah sedang banyak anggaran.

“Ketika hari ini temen-teman diganggu lagi berarti pemertintah punya anggaran. Tetapi kemarin-kemarin kami tidak diganggu berarti pemerintah tidak punya anggaran.” katanya.
Awing juga menilai, bahwa Pemerintah daerah telah menciptakan peta konflik.

“Kalau kita pahami peta konnfik itu adalah ketika pedagang di Jalan Siliwangi dibebaskan. Sedangkan pedagang di sini tidak boleh berjualan. Ini kan jelas pemerintah sendiri yang membuat peta konflik. Tapi jujur sampai saat ini kami tidak terpancing,” tegasnya. (Kim)***

Editor: Kang Cep.

TULIS KOMENTAR KAMU DI SINI