Bupati Akan Berikan Sanksi Berat Bagi Kepala Sekolah yang Kedapatan Melakukan Pungli ke Siswanya

KOTA,(GE).- Dalan sambutan pelatikan kepala sekolah (KS) SD dan SMP yang berlangsung di Gedung Pendopo Kabupaten Garut, Jum’at (21/10), Bupati Garut, Rudy Gunawan , mengatakan, akan memberikan sanksi berat terhadap para Kepala Sekolah yang melakukan pungutan apapun kepada muridnya. Ia pun mencontohkan kasus pemecatan KS SMP di Kota Bandung yang terbukti melakukan pelanggaran.

” Saya ingatkan kepada para kepala sekolah SMP untuk tidak melakukan pungutan apapun kepada para siswa, karena saya tidak akan segan-segan memberikan sanksi berat, kalau perlu diberhentikan dari jabatannya sebagai kepala sekolahnya. Sayapun bisa melakukan pemecatan dan saya tidak takut oleh siapun,” tegasnya.

Selain itu, Bupati juga melarang keras seolah-sekolah menerima murid baru melebihi ruang kelas yang ada. Sebab disinyalir banyak sekolah favorit yang jumlahnya over kapasitas, sehingga proses belajar mengajarnya bukan di ruang kelas.


” Biasalah masyarakat berdesak-desakan ke SMP favorit seperti SMP satu, SMP dua Garut, SMP satu dan dua Tarogong. Masa ada sekolah favorit, yang belajarnya di ruang laboratorium, di WC saja sekalian,” katanya.

Ditegaskannya, dunia pendidikan di Garut masih memperihatinkan, terutama masalah fisik bangunan. Disebutkannya, ada 7000 lokal sekolah yang dianggap membahayakan.” Mana sekolah SD di Garut yang Bagus? kan teu aya. Ada 7000 lokal sekolah yang membahayakan,” ungkapnya.

Bupati juga mengungkapkan akan me-merger lima sekolah SD, yakni SD Regol 7 sampai SD Regol 12 untuk dijadikan sekolah percontohan full day school. Untuk itu Pemkab Garut mengalokasikan anggaran lebih dari Rp 6 miliar untuk pembangunan gedung sekolah, dengan fasilitas lengkap.

Oleh sebab itu, untuk menghindari musibah yang dapat mengancam keselamatan penghuni sekolah, terutama sekolah yang berdiri di atas tanah yang labilseperti di kaki gunung dan di bawah tebing. Bupati memerintahkan kepada kepala sekolahnya untuk memulangkan para siswanya, terutama jika terjadi hujan lebat.” Jika terjadi hujan lebat untuk yang sekolahnya di dekat tebing, saya perintahkan untuk dipulangkan saja. Dari pada harus ada korban jiwa,” ujar Bupati, yang langsung disambut tepuk tangan para KS yang baru dilantik itu.

Kepala Bidang Pendidikan Dasar, pada Dinas Pendidikan Kabupaten Garut, H. Totong menerangkan, dari 700 kepala sekolah yang dilantik itu, hanya ada 73 kepala sekolah SMP dan 627 kepala SD. Sedangkan kepala sekolah yang dikembalikan tugasnya menjadi guru, ada 350 orang KS SD dan 17 orang KS SMP.

” Mereka yang dikembalikan ke guru ini, yang tidak diperpanjang SK kepala sekolahnya tidak diperpanjang. Toh pada dasarnya kan kepala sekolah itu, adalah guru yang diberi tugas tambahan sebagai kepala sekolah,” tuturnya. (Jay)***

TULIS KOMENTAR KAMU DI SINI