Bulan Desember Jadi Puncak Musim Penghujan, Bupati Ingatkan Warga yang Tinggal di DAS Cimanuk

PEMKAB, (GE).- Kendati masih adanya potensi bahaya banjir bandang susulan sudah diberitahukan, namun warga yang ada di Bantaran Sungai Cimanuk masih belum memenuhi imbauan tersebut.

Beberapa warga baik yang menjadi korban banjir bandang sebelumnya ataupun yang tidak masih saja ada yang tinggal di DAS Sungai Cimanuk.

Bahkan Bupati Garut sempat meradang setelah melihat plang peringatan daerah bahaya di Daerah Aliran Sungai (DAS) Cimanuk dicopot warga. Tidak sampai 2 hari plang tersebut dipasang, sudah tidak ada lagi beberapa hari kemudian.


Padahal BMKG secara resmi telah mengirimkan pemberitahuan ke Bupati Garut bahwa bulan Oktober, November sampai Desember diperkirakan akan terjadi curah hujan cukup ekstrim di beberapa wilayah di Kabupaten Garut.

Dimana pada curah hujan yang ekstrim tersebut adanya potensi curah hujan lebih besar yakni 300 Mili Liter per detik atau lebih besar 75 Mili liter per detik daripada curah hujan saat bencana banjir bandang beberapa waktu lalu yang mencapai 225 mili liter per detik .

“Daerah berbahaya itu sekitar 100 meter dari bibir sungai, termasuk Cimacan, kalau ada aliran air diatas 700 meter per kubik per detik maka dimungkinkan ada arus balik air dari Copong. ┬áBegitupun di Lapang Paris, karena perbedaan elevansi ketinggian dari lapang paris itu 3 meter, kalau curah hujan diatas 225 lapang paris bisa kena seperti sebelumnya,” kata Bupati Garut, Rudy Gunawan.

Sementara ini lanjut Bupati, antisipasi yang dilakukan terkait adanya potensi curah hujan cukup ekstrim, beberapa langkah dilakukan diantaranya berkoordinasi dengan para Camat untuk jalur evakuasi ketika terjadi bencana.

“Semua pihak senantiasa harus hati-hati dan waspada, pasalnya di Kabupaten Garut ini terdapat 2000 titik rawan bencana, atau hampir ada 50 titik rawan bencana di tiap kecamatan atau 5 titik rawan bencana per desanya,” pungkasnya. (Hakim AG)***

TULIS KOMENTAR KAMU DI SINI