Bukit Sampalan, Sebuah Potensi Wisata Nan Eksotis di Kawasan Utara Kota Garut

BUKIT Sampalan merupakan sebuah areal tanah di kawasan utara Kabupaten Garut yang luasnya mencapai 8 hektare. Areal perbukitan sejuk dengan panorama alam nan eksotis ini persisnya berada di wilayah Desa Girimakmur, Kecamatan Malangbong, Kabupaten Garut. Dengan potensi alam yang ada, kawasan ini dinilai sangat potensial untuk dijadikan destinasi wisata baru.

Berkat pembinaan melalui PKBM, sebagian Bukit Sampalan saat ini malah telah dijadikan tempat wisata oleh masyarakat sekitar. Hal ini, sesuai dengan Rencana Pembangunan Jangka Menengah Desa Girumakmur (RPJMDes Girimakmur).

Seiring perkembangan, di bebrapa areal bukit tersebut mulai dikembangkan berbagai jenis wahana wisata alam, diantaranya wisata plying fox, permainan layang-layang, wisata tunggang kerbau pembajak sawah, kedai kopi alami yang disajikan secara tradisional dengan gula aren, Wisata Rohani Makam Embah Pajak yang panjangnya 8 m, dan arena lapangan sepak bola.


“Sedangkan kolam tempat pemancingan, kini lagi dibangun oleh masyarakat. Begitu pula arena tempat moto cross. Pada saat ini pihak desa baru membicarakan dengan para pemilik lahan yang akan dijadikan jalan arena lintasan,” kata Kades Girimakmur, Solehudin Ra’ais,S.Sos., saat dijumpai “GE” di kediamannya, Ahad (8/1/2017).

Diungkapkannya, disamping bisa menikmati wisata-wisata tersebut, para pengunjung Bukit Sampalan juga bisa menyaksikan indahnya panorama terbit dan tenggelamnya sang mentari.

“Apabila akan mengunjungi Bukitsampalan, dari jalan provinsi, bisa melalui gerbang jalan Desa Barudua, atau gerbang Desa Lewo baru. Sebelum tiba ke tempat wisata tersebut, harus menempuh dulu perjalanan sejauh 6 km. Sementara, sebelum sampai di lokasi wisata Bukitsampalan, para pengunjung harus melalui dulu jalan yang panjangnya 600 m dengan lebarnya 3 m. Kondisi badan jalan itu masih berupa pengerasan. Insya Allah pada tahun 2017 di jalan wisata tersebut akan dibangun dengan pengaspalan,” papar Solehudin.

Dijelaskannya, di tahun 2018 Desa Girimakmur menjadi Desa Wisata. Jika sudah terealisasi kawasan parawisata, diharapkan akan bermanfaat dalam menopang pembangunan. Dengan adanya destinasi wisata ini diharapkan tercipta lapangan kerja baru, serta bisa meningkatkan penghasilan untuk masyarakat dan pemerintah.

“Oleh karena itu, bagaimana caranya, dari luar warga Desa Girimakmur datang ke sini? Jika sudah banyak pendatang mengunjungi desa ini, akan tercipta potensi ekonomi bagi masyarakat. Misalnya bagi 100 petani gula aren yang tersebar di setiap perkampungan di wilayah desa kami bisa menjual prduknya kepada para pengunjung,” urainya.

Menurut Kades Girimakmur, Prospek Desa Girimakmur menjadi kawasan desa wisata memang sangat potensial. Hal ini bisa dilihat sejak tahun 2015. Meskipun belum lounhcing, karena masihmenunggu SK dari Bupati Garut, namun para pengunjung sudah mulai ramai, khususnya di hari Abtu dan Ahad.

“Mudah-mudahan saja dengan pembinaan sumber daya manusia intensif bisa menopang pembangunan di segala bidang. Salah satunya adalah program desa wisata menuju visi Desa Girimakmur, yakni makmur, maju dan sejahtera dengan akhlakul karimah.” Harapnya. (Ilham Amir)***

Editor: Kang Cep.

TULIS KOMENTAR KAMU DI SINI