Budidaya Perikanan di Situ Cangkuang, Potensi Menjanjikan Selain Kepariwisataan

LELES, (GE).- Seperti diketahui khalayak, Situ Cangkuang yang berlokasi di Desa Cangkuang, Kecamatan Leles, Kabupaten Garut, Jawa Barat merupakan salah satu destinasi wisata yang sudah termasyhur. Selain objek wisatanya, Situ Cangkuang juga memiliki asset perekonomian lainnya yang tak kalah menjanjikan. Salah satunya bidang perikanan, budidaya perikanan bisa menjadi sumber pendapatan warga sekitar.

Ketua Karangtaruna Desa Cangkuang, Dadang Rahmat, mengaku kawasan Situ Cangkuang memiliki luas lahan yang besar. Sejak beberapa tahun lalu, warga ingin mengembangkan tambak ikan namun kerap dihadapkan dengan berbagai kendala.

“Dulunya situ ini (Cangkuang/red) bagian belakang di Kampung Tarisi itu sawah. Lalu pihak desa ingin mengembangkan lahan desa jadi situ sebagai objek wisata. Tapi tidak berkembang,” ujar Dadang usai penanaman bibit ikan dari bantuan KKN Universitas Langlangbuana (Unla) Bandung, Kamis (25/8/2016).

Diungkapkannya, lahan sawah yang telah menjadi situ seluas enam hektare. Saat ini akan mulai mengembangkan tambak ikan untuk meningkatkan perekonomian warga.

“Hari ini kami sudah dapat bantuan 1 kuintal bibit dari Unla. Semoga bisa jadi pemacu bagi kami untuk mengembangkan tambak ini,” tandasnya.

Diakuinya, sumber air di Situ Cangkuang selama ini selalu berlimpah meski saat musim kemarau. Diharapkannya, tambak ikan di Cangkuang bisa berkembang seperti di Cirata. Ia berharap perhatian dari Pemkab Garut agar potensi tambak ikan bisa semakin meningkat.

“Kalau berkembang juga akan meningkatkan ekonomi warga. Tinggal ada perhatiannya saja dari Pemda,” katanya.

Rektor Unla Bandung, Brigjen Pol (Purn) Dr. H. R. AR. Harry Anwar, SH. MH, mengharapkan melalui pemberdayaan ini bisa terdapat perubahan kepada warga. Selain itu bisa memberi nilai tambah kepada warga melalui bantuan yang nyata.

“Apalagi di Cangkuang ada situ yang belum dimaksimalkan oleh Pemda. Dengan kedatangan mahasiswa bisa ikut membantu. Ke depannya Pemda bisa anggarkan juga,” ucap Harry.

Menurutnya, bantuan yang diberikan pihaknya bisa menjadi stimulus. Enam bulan ke depan, Harry menginginkan telah ada perkembangan dari penanaman bibit ikan ini. Warga sekitar juga harus mempunyai rasa memiliki.

“Jadi jangan asal ambil saja ikan di situ ini. Harus dikelola dulu biar hasilnya baik. Untuk pakannya kan bisa manfaatkan dari sekitar situ,” katanya.

Potensi yang ada di desa, tambah Harry, harus bisa dikembangkan. Pihaknya pun memancing Pemkab Garut dan Pemprov Jabar agar bisa memberi bantuan kepada warga. Terutama untuk pengembangan perekonomian. (Tim GE)***