BREAKING NEWS: Warga Garut Bakar Pabrik Perusahaan Asing Pengolah Pakan Ternak

SEJUMLAH aparat Kepolisian nampak berjaga mengamankan amukan warga yang kesal akibat bau busuk dari perusahaan pakan ternak milik perusahaan asing PT Dae Yool. Akibat akumulasi kekesalan, warga pun membakar bangunan pabrik yang digunakan untuk mengolah pakan ternak, Jumlat (11/5/18).*

GARUT – Tindakan anarkis dilakukan warga Garut dengan cara membakar pabrik pengolahan pakan ternak di Kampung Bojonglarang, Kacamatan Garut Kota, Kabupaten Garut, Jawa Barat. Aksi ini merupakan bentuk akumulasi kekesalan terhadap pengusaha pakan ternak milik Pt Dae Yool yang merupakan salah satu perusahaan asing milik warga negara Korea.

Sejak jumlat pagi, ratusan warga bergelombang berdatangan ke area pabrik. Mereka berteriak agar pabrik itu segera ditutup. Tuntutan warga tentunya bukan tanpa alasan. Pabrik pakan ternak itu telah menimbulkan polusi udara ke lima kecamatan di Kabupaten Garut.

SEJUMLAH warga bergerombol saat melakukan pembakaran pabrik perusahaan asing pengolah pakan ternak di Kampung Bojonglarang, Kacamatan Garut Kota, Kabupaten Garut, Jawa Barat, Jumat (11/5/18).

“Baunya menyengat seperti bau bangkai. Maklum saja bahan dasar pakan ternak ini kan bulu aya dan tulang belulang. Jadi bau bangkainya masuk ke pemukiman warga,” ujar Heri Nandi (39), Jumat (11/5/18).


Sebelum melakukan aksi bakar pabrik pakan itu, kata Heri, warga telah menyampaikan aspirasinya ke Pemkab Garut. Meski telah ditutup oleh Pemkab Garut namun selang beberapa hari pabrik ini beroperasi kembali.

“Warga di sini sudah kesal. Kami tak enak makan tak enak tidur gara-gara bau menyengat ini. Terpaksa langkah ini dilakukan sebagai bentuk protes keras warga sekitar yang terdampak bau bangkai dari pabrik pengolahan pakan ternak ini,” kata Heri.

Heri berharap pemerintah menindak tegas pengusaha asing dari Korea ini agar menghentikan operasinya. Kalau tidak diindahkan maka warga akan melakukan penutupan dengan caranya sendiri.

Berdasarkan pantauan www.garut-express.com di lokasi kejadian. Saat peristiwa terjadi, jajaran Polres Garut bergerak cepat menenangkan situasi. Seorang pengusaha asal Korea pun diamankan agar tidak terjadi hal yang tidak diinginkan. Suasana berhasil diredam emosi warga pun bisa dikendalikan.

Kapolres Garut, AKBP Budi Satria Wiguna, mengatakan saat menerima informasi ada pembakaran pabrik milik warga asing ia bersama anggotanya langsung bergerak ke lokasi kejadian.

“Proses pengamanan langsung dilakukan agar kericuhan tidak meluas. Pemilik pabrik pun langsung diamankan agar tidak menjadi sasaran amukan warga,” ucap Kapolres di lokasi kejadian.

Kapolres mengatakan aksi ini merupakan akumulasi kekesalan warga karena polusi udara yang diakibatkan pabrik pengolahan pakan ternak ini. Akhirnya warga melakukan penutupan paksa dengan cara dibakar.

Kapolres menandaskan, sebenarnya penutupan pabrik PT Dae Yool ini telah dilakukan sejak Tahun 2016 lalu. Bahkan izin operasinya sudah sejak lama dicabut Pemkab Garut. Namun pemilik perusahaan membandel tetap beroperasi. Akhirnya terjadi tindak pembakaran ini.

Diberitakan sebelumnya, Bau busuk menyengat dari PT. Dae Yool yang berlokasi di Kampung Bojonglarang, Kacamatan Garut Kota, Kabupaten Garut, Jawa Barat, mengganggu kenyamanan warga di lima kecamatan. Kesal dengan kondisi tersebut, warga sekitar dan LSM GMBI mendatangi Pemkab Garut dan mendesak agar perusahaan yang bergerak di bidang pakan ternak tersebut segera ditutup.

“Sudah bertahun-tahun perusahaan milik orang Korea ini berdiri. Meski sempat beberapa kali ditutup tapi masih membandel menjalankan usahanya,” ujar Ketua GMBI, Ganda Permana, Jumat (11/5/18).

Sebelumnya, kata Ganda, Rabu 9 Mei 2018 GMBI Distrik Garut bersama ribuan warga korban pulusi udara bau busuk bulu ayam mengelar aksi gerakan moral kepada plt Bupati, DPMPT, Dinas LH dan Satpol PP Kabupaten Garut. Tujuannya menuntut penutupan PT Dae Yool.

Menurutnya, warga sekitar sudah tak tahan akibat polusi udara bau busuk menyengat kepada warga di lima kecamatan yakni Garut Kota, Kecamatan Banyuresmi, Kecamatan Karangpawitan, Kecamatan Tarogong Kaler dan Kecamatan Tarogong Kidul meliputi 13 Desa dan Kelurahan.

Masih menurut Ganda, ketika dipertanyakan perizinan dari PT Dae Yoll dinyatakan ilegal dan ketika dipertanyakan izin ligkungan Dinas LH pun menyatakan tidak berizin. Karena sudah jelas tidak memiliki izin GMBI bersama perwakilan warga korban mendesak Satpol PP untuk membongkar dan menutup pengoperasian perusahaan pakan ini.

Sementara itu, Plt Kasatpol PP Garut, Dede Rohmansah, PT. Dae Yool sudah kerap ditutup. Namun, pengusaha tersebut nekat beroperasi kembali.

” Sudah kami tutup, tapi mereka beroperasi lagi,” kata Dede.

Dede mengaku, pihaknya kerap mendengar keluhan warga akibat polusi yang keluar dari PT. Dae Yool.

” Kami akan tutup operasi PT. Dae Yool. Mereka telah melakukan pelanggaran. Bangunannya akan diratakan,” tegasnya.

Hal senada juga disampaikan Kadis Lingkungan Hidup, Asep Suparman. Pihaknya baru mengetahui dari media massa bahwa PT. Dae Yool beroperasi lagi.

” Bukannya sudah ditutup perusahaan itu? Kalau membandel, aparat penegak hukum harus segera bertindak,” singkatnya. (Adriawan)***

TULIS KOMENTAR KAMU DI SINI