Breaking News: Sungai Cimanuk Mengamuk, 15 Orang Ditemukan Meninggal

KOTA, (GE).- Terjangan Sungai Cimanuk yang meluap pada Selasa (20/9/2016) mengakibatkan sejumlah bangunan rumah dan perkantoran rusak berak. Sampai berita ini diturunkan, 15 orang warga Garut ditemukan meninggal dunia. Warga lainnya masih dalam pencarian.

Seluruh korban tersebut saat ini berada di kamar mayat Rumah Sakit. “Seluruh korban masih diidentifikasi,” ujar Komandan Kodim 0611 Garut, Letkol Arm. Setyo Hani Susanto, di Posko Bencana, Rabu, 21 September 2016.

Selain itu tim SAR juga masih melakukan pencaraian terhadap korban hilang di sejumlah wilayah. Salah satunya di kawasan Cimacan, Kelurahan Haurpanggung, Kecamatan Tarogong Kidul. Namun, Setyo enggan untuk menyebutkan berapa jumlahnya.


“Laporannya masih simpang siur, makanya saat ini kita akan melakukan penyisiran,” ujarnya.

Setyo mengaku saat ini tim gabungan yang terdiri dari TNI, Polri, BPBD, Basarnas dan sejumlah Organisasi Masyarakat tengah melakukan penyisiran dan evakuasi korban yang terdampak banjir bandang.

Berdasarkan pantauan, Banjir bandang ini mulai menghatam pemukiman warga pada Selasa Malam sekitar pukul 22.00 WIB. Sebelum terjadi banjir, hampir seluruh wilayah Garut dilanda hujan lebat dari mulai pukul 20.30 WIB.

Air yang masuk pemukiman warga ini berasal dari luapan sungai dan anak sungai Cimanuk. Air mulai surut di pemukiman warga pada Rabu pagi menjelang Subuh.

Selain ke pemukiman warga, air juga menggenangi Rumah Sakit Umum Daerah dr. Slamet Garut. ketinggian air mencapai sekitar 50 sentimeter. Akibatnya sejumlah pasien yang berada di ruang Instalasi Gawat DFarurat dan ruang inap terpaksa dievakuasi ke tempat yang lebih aman.

Besarnya air di Sungai Cimanuk, jajaran kepolisian sempat menutup semua jembatan Cimanuk yang menuju pusat kota. Jembatan tersebut ditutup pada Selasa malam hingga tadi pagi. Jembatan yang ditutup itu diantaranya Jembatan di wilayah Leuwidaun, Guntur dan Maktal.

Saat ini warga dibantu tim Gabungan tengah membersihkan lumpur yang masuk ke pemukiman. pembersihan lupur juga tengah dilakukan di rumah sakit.

Data korban meninggal yang berhasil dihimpun “GE”sementara sampai Rabu (21 /9/2016) pukul 10:55 WIB jumlah korban meninggal bencana banjir bandang Desa Sukamantri dan sekitarnya yang masuk ke rumah sakit Guntur jumlahnya ada15 orang terdiri dari :

– laki laki : 7 orang
* Dewasa : 4
1.Tn Nawawi 65 th(Asr lapang paris)
2.Tn Deni 23 th(Bayongbong)
3.Tn Jana 35 th ( Bojong larang )
4.Tn Aceng 50 th ( Jaya raga )

* Anak anak : 3
1.An Irsad 8 th (Asrama Lp)
2.An Ahmad 3,5 th( Ci macan)
3.An Rehal 4 bln( Asrama lp)

-Perempuan : 8 orang
* Dewasa : 7
1.Ny Iis 35 th ( Asrama Lp )
2.Ny Siti 28 th ( c macan )
3.Ny Santi 38 th ( Asrama lp )
4.Ny Nunung 75 th(asrama lp)
5.Ny Sari 25 th(asrama lp)
6.Ny Welis 25 th ( asrama lp )
7.Ny Nuryati 58 (asrama lp)
* Anak anak : 1
1.An Revina 7 th(asrama)

Sampai berita ini diturunkan tim gabungan masih melakukan penelusuran di sepanajang sungai Cimanuk. Bagi keluarga yang merasa kehilabgan anggota keluarga segera menghubungi RS. Guntur. (Farhan SN)****

TULIS KOMENTAR KAMU DI SINI