BREAKING NEWS : Sial, Tiga Pejabat BKD Garut Bersama Dua Orang Bidan Kena OTT

ANGGOTA Tim Saber Pungli Polda Jabar saat melakukan OTT di Kantor BKD Garut, Selasa (8/5/18). (Foto : Istimewa)***

GARUT, (GE).- Nasib apes menimpa tiga pejabat di lingkungan Badan Kepegawaian dan Diklat Daerah (BKD) Kabupaten Garut, Jawa Barat. Mereka terkena OTT alias operasi tangkap tangan Tim Saber Pungli Polda Jabar, saat mengumpulkan uang yang diduga hasil pungli dari para bidan yang dilantik menjadi tenaga Calon Aparatur Sipil Negara (CASN/CPNS), Senin (7/5/18) kemarin.

Dari hasil operasi tersebut, petugas menyita uang tunai sebesar Rp 31,5 juta. Petugas juga mengamankan dua orang bidan yang diduga menjadi pengepul uang haram tersebut.

Ketiga pejabat BKD yang diamankan tim Saber Pungli Polda Jabar, yaitu RR (Bendahara Pengeluaran Pembantu BKD), BS (Kabid PPI /BKD Garut) dan RW (Kasubid Pengadaan dan Pemberhentian BKD).


Dua orang bidan yang turut diamankan petugas adalah IK (bidan yang ditunjuk  sebagai bendahara) dan L (bidan yang mengumpulkan sebagian uang dari para bidan, lalu menyerahkan uang tersebut ke BKD).

Menurut informasi di lapangan, operasi yang dilakukan Tim Tindak II Saber Pungli Polda Jabar berlangsung Selasa (8/5/18) siang sekira pukul 11.30 WIB. Mereka menggeruduk Kantor BKD yang terletak di Jalan Pahlawan No. 47 Tarogong Kidul. Saat itu petugas berhasil melakukan tangkap tangan terhadap tersangka RR di ruang kerjanya. Dari tangan RR petugas berhasil mengamankan uang tunai sebesar Rp 31,5 juta.

Konon, uang tersebut diduga merupakan hasil kutipan dari para bidan yang dilantik menjadi tenaga CASN. Senin kemarin, Dinas Kesehatan Kabupaten Garut memang melakukan pelantikan sebanyak 149 orang bidan. Untuk mendapatkan SK pelantikan tersebut, mereka dimitai sejumlah uang oleh oknum pejabat BKD berinitial RR.

Jika tidak mau memberi, SK Pegawai tersebut akan ditahan. Karena itu, mereka terpaksa memenuhi permintaan RR tersebut. Modus operandinya, uang yang diperoleh dari para bidan kumpulkan dulu di bidan berinitial L dan IK. Setelah terkumpul, uang tersebut diserahkan kepada tersangka RR.

Baik Pjs. Sekda, Uu Saepudin, maupun Kepala BKD, Burdan Ali Junjunan, membantah telah terjadi OTT di kantornya.

“Bukan OTT. Tetapi informasinya ada tiga orang pejabat BKD yang sudah diamankan,” ujar Uu kepada wartawan, Selasa (8/5/18).

Sementara itu, Burdan mengaku, pada pukul 11.00 WIB, ada salah seorang pejabat BKD yang dijemput Tim Saber Pungli Polda Jabar, yaitu RR. Sedangkan dua orang pejabat lainnya mendapatkan panggilan melalui ponselnya.

Hingga berita ini dilansir, belum ada keterangan resmi dari Tim Saber Pulngli Polda Jabar. Kapolda Jabar, Irjen Agung Budi Maryoto, bahkan mengaku belum mendapat laporan tentang kejadian tersebut.

“Belum, saya belum mendapat laporan. Nanti saya akan cek dulu,” kata Kapolda kepada wartawan di Mapolres Garut, Selasa (8/5/18) petang tadi. (MHI/GE)***

Editor : SMS

TULIS KOMENTAR KAMU DI SINI