BREAKING NEWS: Salat Menghadap Timur benar-benar Dilakukan Pengikut NII

SALAH seorang pengikut NII saat menunaikan salat zuhur di Mushola Mapolsek Pakenjeng, Senin (27/3/17).***

GARUT, (GE).- Praktik salat menghadap arah timur, ternyata benar-benar dilakukan oleh para pengikut Wawan Setiawan yang juga pengikut Sensen Komara. Mereka yang menamai organisasinya Negara Islam Indonesia (NII). Salah seorang pengikutnya, Iwan, tanpa canggung melakukan salat dzuhur menghadap ke timur.

Berdasarkan pantauan “GE”, saat itu, Iwan melakukan salah dzuhur di Musala Mapolsek Pakenjeng, Kabupaten Garut, Jawa Barat. Ia melakukan salah saat istirahat usai mengikuti pemeriksaan di Mapolsek Pakenjeng. Saat itu, sejumlah warga menunaikan ibadah salat dzuhur menghadap ke kiblat (barat/red). Sementara Iwan menghadap ke sebelah timur.

Usai melakukan ibadah, “GE” sempat berbincang dengan Iwan. Menurut Iwan, salat menghadap ke arah timur merupakan syariat NII. Jadi semua pengikut NII harus salat menghadap ke timur.


“Ini kan salat NII. Kalau menghadap barat (kiblat) itu kan salatnya NKRI,” ujar Iwan, dengan nada serius, saat ditemui di Mapolsek Pakenjeng, Senin (27/3/17).

Iwan mengaku, telah menunaikan salat menghadap ke timur sejak seminggu lalu. Ia menandaskan konsistensinya dalam melaksanakan syariat NII.

Saat ini, Iwan sedang menjalani pemeriksaan di Mapolsek Pakenjeng. Ia diduga telah melakukan penistaan agama.

Diberitakan sebelumnya, Warga Kecamatan Pakenjeng, Kabupaten Garut, Jawa Barat, kembali digegerkan dengan munculnya dugaan aliran sesat. Kali ini, Wawan Setiawan  yang berulah. Wawan yang mengaku Jendral Bintang Empat Negara Islam Indonesia (NII) itu, bahkan telah mengirimkan surat kepada Pemerintah Republik Indonesia melalui pemerintahan Desa Tegalgede, Kecamatan Pakenjeng.

Menurut Kepala Desa (Kades) Tegalgede, Kartika Ernawati, surat tersebut diantarkan langsung ke Kantor Desa Tegalgede oleh Iwan, Jumat (17/3/17). Surat tersebut berupa pemberitahuan dan permintaan izin dari Wawan Setiawan untuk melaksanakan praktek salat Jumat dengan arah menghadap ke timur. Rencananya salat Jumat dilaksanakan di Musala Situ Bodol, Desa Tegalgede.

Menyikapi gelagat yang dinilai membahayakan keutuhan Negara Kesatuan Republik Indonesia tersebut, Kartika segera melaporkan perihal surat yang ia terima kepada Muspika Pakenjeng, termasuk Majelis Ulama Indonesia (MUI) setempat. (Useu G Ramdhani)***

Editor : SMS

TULIS KOMENTAR KAMU DI SINI