Breaking News: Rumah Terdampak Reaktivasi Jalur Kereta Api di Garut Mulai Dibongkar

Garut, (GE).- Sebanyak 20 rumah di Desa Keresek, Kecamatan Cibatu, Kabupaten Garut, mulai dibongkar PT Kereta Api Indonesia (KAI), sebagai realisasi aktivasi jalur kereta Cibatu-Garut. Sebelum melakukan pembongkaran PT KAI terlebih dahulu memberikan biaya bongkar kepada warga yang bersangkutan.

“Tahap awal pemberian biaya bongkar, dibagikan kepada 20 pemilik bangunan di Kampung Cibodas, Desa Keresek, Kecamatan Cibatu. Ke 20 bangunan itu telah melengkapi administrasi dan menyetujui pembongkaran,” kata Manajer Humas PT KAI Daop 2 Bandung, Joni Martinus, 30 November 2018 saat ditemui di lokasi pembongkaran.

Sesuai aturan, bangunan permanen yang terdampak akan diberi biaya bongkar sebesar Rp 250 ribu per meter persegi. Sedangkan bangunan semi permanen sebesar Rp 200 ribu per meter persegi.


“Hitungan per meter atau per tumbak (satu tumbak, 14 meter) sama saja. Kalau per tumbak yang permanen itu Rp 3,5 juta, sementara semi permanen Rp 2,8 juta,” katanya.

Uang biaya bongkar tak diberi secara tunai. Warga yang terdampak akan menerima uang dalam bentuk rekening dan ATM. Warga yang sudah menyelesaikan administrasi, akan langsung diberi biaya bongkar sesuai lahan yang ditempati.

Menurut Joni, di jalur Cibatu-Garut terdapat 1.077 bangunan yang terdampak. Dengan luas lahan 59.467,055 meter persegi. Sekitar lima sampai 10 rumah di Desa Keresek sudah mulai dibongkar oleh warga.

“Di Cibatu ini ada 102 bangunan terdampak. Paling banyak itu di wilayah Garut Kota sebanyak 802 bangunan,” ucapnya.

Joni menambahkan, PT KAI memberi waktu satu bulan bagi warga yang telah menerima uang kadeudeuh untuk membongkar rumahnya. Waktu tersebut dinilai cukup bagi warga terdampak untuk menyiapkan hunian baru.

Pembongkaran bangunan sengaja dibiarkan oleh warga agar material bangunan bisa digunakan lagi untuk rumah baru.

“Jadi kita beri keleluasaan. Tujuannya agar material rumah yang terdampak reaktivasi bisa digunakan lagi untuk membangun rumah baru,” pungkasnya. (MHI)***

TULIS KOMENTAR KAMU DI SINI