Breaking News ! Membahayakan Keutuhan NKRI, MUI Garut Rekomendasikan HTI Agar Dibubarkan

TAROGONG, (GE).– Dinilai membahayakan keutuhan Negara Kesatuan Republik Indonesia (NKRI) Majelis Ulama Indonesia (MUI) Kabupaten Garut meminta kelompok Hijbu Tahrir Indonesia (HTI) dibubarkan. Kelompok tersebut dinilai dengan terang terangan menolak Pancasila dan Undang-Undang Dasar Negara Republik Indonesia.

“Kalau mau bikin negara Islam silahkan tapi jangan di Indonesia,” kata Ketua MUI Kabupaten Garut Sirojul Munir, saat ditemui di Kantor MUI Jalan Otista, Kecamatan Tarogong Kidul Garut, Jawa Barat Kamis (30/6/2016).

Sirojul Munir mengaku akan segera mengusulkan kepada pemerintah pusat dan daerah agar organisasi HTI segera dibubarkan. HTI dianggap akan memicu pertikaian di masyarakat Garut dan mengganggu keutuhan NKRI.

“Kelompok yang akan merongrong keutuhan negara harus dibubarkan karena membahayakan negara. Daripada terjadi banjir darah, lebih baik dibubarkan,” tutur Ceng Munir.

Dia mengaku akan mencegah perkembangan organisasi seperti HTI yang belum lama ini berkembang pesat di Garut. Bahkan dirinya  telah mengintruksikan pengurus MUI tingkat kecamatan untuk memberikan pencerahan kepada masyarakat terkait organisasi terlarang seperti ISIS dan semacamnya.

Salah satu organisasi yang mendapat reaksi masyarakat adalah Hizbut Tahrir Indonesia. Dari pengakuan pihak HTI, kata Ceng Munir, organisasi itu bergerak di bidang keislaman, seperti ormas lainnya, tetapi juga menyebut dirinya partai kemerdekaan.

Dia mengimbau jika mengklaim partai, seharusnya mendaftarkan diri secara konstitusi. Dalam tataran ibadah, HTI menyebut sama dengan yang lainnya, tetapi mendorong adanya khilafah melalui penegakan syariah.

“Untuk melaksanakan syariat Islam, perlu adanya sistem khilafah. Wajib hukumnya untuk menjalankan syariah,” kata Ceng Munir meniru pernyataan pihak MUI.

Ceng Munir memandang ada perbedaan pandangan ormas Islam umumnya dengan sudut pandang HTI. MUI tak sepakat mengenai hal tersebut karena yang terpenting agama bisa berdiri dan umatnya bisa melaksanakan ibadah dengan baik.

Ceng Munir menganggap HTI adalah salah satu organisasi yang membahayakan keutuhan NKRI dan Bhinneka Tunggal Ika. Jika dibiarkan, organisasi seperti itu akan mengancam keutuhan negara dan masyarakat.

“Meski mengklaim tak melakukan gerakan fisik, tapi tak menutup kemungkinan bisa menimbulkan bentrokan fisik. Terlebih mereka tak sepakat dengan sistem negara kita,” katanya.

Ketua HTI Kabupaten Garut Dendi Rachdiana membantah tudingan yang disebutkan MUI Kabupaten Garut. Sebagai organisasi yang dilindungi hukum, dia menolak adanya pembubaran tanpa alasan yang jelas.

“Ini hanya permasalahan perbedaan persepsi saja, pandangan adanya kekhawatiran makar dan sebagainya. Jika ada hal-hal perlu ditanyakan, silakan saja. Tidak perlu main bubarkan saja karena itu enggak bisa sembarangan,” ujarnya.

Mengenai syariah dan khilafah, Dendi menyebutkan, Ceng Munir pun sepakat bahwa syariah tidak tegak tanpa adanya khilafah atau negara Islam. Justru, HTI ingin mengembalikan kejayaan umat Islam karena selama ini dijajah oleh neoliberal. Farhan SN***

TULIS KOMENTAR KAMU DI SINI

Komentar

BAGIKAN