Breaking News! Mangkir Saat Jam Kerja, Belasan PNS Terjaring Razia

SEJUMLAH pegawai negeri sipil di lingkungan Pemkab Garut saat terjaring razia di salah satu pusat perbelanjaan di Garut, Selasa (14/6/2016). Oknum PNS yang terjaring razia tak bisa berkutik saat terpergok mangkir dari jam kerja.*

KOTA, (GE). –  Belasan Pegawai Negeri Sipil (PNS)  di lingkungan Pemkab. Garut terjaring razia yang dilakukan Satpol PP, Selasa, (14/6/16). Razia PNS tersebut dilakukan di sejumlah pasar swalayan di wilayah Garut Kota. Para PNS pun banyak ditemukan berkeliaran di sejumlah pasar swalayan pada saat jam kerja.

Sejumlah PNS yang berada di pasar swalayan di dekat Pendopo Garut sempat bersembunyi menghindari petugas. Namun akhirnya para PNS itu ditemukan petugas Satpol PP.

Mereka yang kedapatan tengah berbelanja kemudian didata petugas. Para PNS itu pun sempat berkelit dan beralasan telah mendapat izin dari atasannya.

“Ini deket kok pak mau ke ATM. Kantor juga deket dari sini,” ucap salah seorang PNS Dinas Kesehatan saat ditanya petugas Satpol PP, Selasa (14/6/2016).

Memang tidak semua PNS yang berada di luar saat jam kerja serta merta terkena razia, asal yang bersangkutan bisa memperlihatkan surat tugas. Misalnya Asep, PNS di Disperindagpas Kabupaten Garut mengaku kaget karena Satpol PP menghampiri dirinya di tempat parkir. Padahal diakui Asep, ia tengah menjalankan tugas untuk memantau sejumlah harga.

“Kaget juga tadi didatangi Satpol. Tapi saya bawa surat tugas. Jadi bukan keluar saat jam kantor,” katanya.

Kepala Satpol PP Kabupaten Garut Mlenik Maumeriadi mengungkapkan, selain sebagai agenda rutin, razia ini juga sebagai respon laporan dari masyarakat tentang banyaknya PNS yang berkeliaran di tempat perbelanjaan pada saat jam kerja.

“Banyak masukan dari masyarakat banyak PNS dan pelajar di pusat perbelanjaan. Kami respons itu dengan melakukan tindakan,” ungkap Mlenik.

Mlenik menambahkan, sebelumnya pihaknya sudah menyosialisasikan razia ke setiap SKPD. “Kami pun masih toleran, razia dari pukul 9.00 hingga pukul 12.00. Kalau sore hari masih wajar berkeliaran,” ucapnya.

Mereka yang terjaring razia langsung didata oleh petugas. Selain didata, kata Mlenik, mereka pun diimbau agar tak mengulanginya.

Razia difokuskan di pusat keramaian dan pusat perbelanjaan, di antaranya Yogya, Asia, Ramayana, IBC dan Garut Plaza. “Ada yang kabur saat ditanya dan lari saat melihat petugas. Ditemukan juga perangkat desa,” ucapnya.

Dengan kegiatan ini, Mlenik berharap akan menjadi shock therapy supaya mereka jera. Pihaknya pun akan menggelar razia indisipliner setiap pekan.

“Kami akan pantau terus, terutama seminggu menjelang Idulfitri,” ujar Mlenik. (Slamet Timur). ***