BREAKING NEWS : Lagi-Lagi Terjadi di Garut. Bocah 14 Tahun Dicabuli Tukang Ojek. Begini Ceritanya…

MH (58), tersangka kasus pencabulan terhadap anak di bawah umur sedang diperiksa di Mapolsek Cilawu, Kabupaten Garut, Jawa Barat, Senin (17/4/17). (Mempis/GE)***

GARUT, (GE).- MH (58) harus berurusan dengan aparat berwajib. Akal bulusnya berdalih mengajarkan ilmu kehidupan akhirnya terungkap. Ilmu yang dijanjikan MH ternyata hanya akal-akalan agar bisa mencabuli anak tetangganya yang baru berusia 14 tahun.

Aksi bejat MH terbongkar setelah orang tua korban membaca surat yang dikirim MH kepada korban. Isi surat mengajak korban untuk mempelajari ilmu kehidupan di rumah MH. Merasa curiga atas isi surat tersebut, akhirnya orang tua korban melaporkan hal tersebut kepada polisi.

“Pelaku mengakui perbuatannya tersebut. Aksinya dilakukan di kebun singkong dekat rumah pelaku. Pelaku mencabuli korban selama empat kali dalam waktu berbeda,” ungkap Kapolsek Cilawu, Kabupaten Garut, Jawa Barat, Kompol Suhendar, Senin (17/4/17).


Akibat perbuatannya tersebut, kini MH yang sehari-hari berprofesi sebagai tukang ojek harus meringkuk di sel tahanan Mapolsek Cilawu. MH disangkakan melanggar Undang-Undang Nomor 23 Tahun 2002 tentang Perlindungan Anak dengan ancaman hukuman maksimal 15 tahun kurungan penjara. Polisi menangkap bapak empat anak tersebut di rumahnya.

Barang bukti diamankan polisi di antaranya pakaian korban, botol parfum dan body lotion. Polisi masih mendalami dan mengembangkan kasus tersebut. Sebab, berdasarkan keterangan warga sekitar TKP, korban kejahatan seksual yang dilakukan MH diduga lebih dari satu orang.

Selama ini, kata Suhendar, hampir setiap hari MH datang ke warung milik orang tua korban. Semakin lama, rupanya MH tambah kepincut oleh kemolekan tubuh korban. Otak jahat MH pun mulai mencari siasat. Singkat cerita, pelaku pun berhasil memperdayai korbannya sampai empat kali. Namun, sebelum aksi bejatnya berlanjut, MH akhirnya diringkus polisi.

“Untuk dugaan itu (perkosaan kepada korban) masih menunggu hasil visum. Kami juga mengimbau bagi siapa saja yang menjadi korban kekerasan seksual MH untuk melaporkannya kepada kami,” tandas Suhendar. (Mempis/GE)***

Editor : SMS

TULIS KOMENTAR KAMU DI SINI