Breaking News..! Kontes Burung Bupati Garut Cup Ricuh, Peserta dari Majalengka Terkena Bogem Mentah

KOTA, (GE).- Kontes burung Bupati Garut Cup, digelar di lapangan setda Garut, Minggu, (01/05/2016) berlangsung ricuh. Kericuhan tersebut, terjadi antara pesrta dengan koordinator pelaksana kegiatan kontes.

Seorang peserta yang mengaku menjadi korban pemukulan oknum panitia kontes, H. Maman, mengatakan jika ia sangat kecewa atas insiden pemukulan yang di alami oleh dirinya. Maman, yang dulunya sebagai juri kontes burung, menceritakan asal mula kejadian, pihak panitia tidak punya ketegasan dalam menegakan peraturan kontes burung Bupatin Garut Cup.

“Awalnya, saya menanyakan dulu kepada panitia, apakah boleh ikut kontes dengan menggunakan sangkar yang tidak sesuai dengan kriteria yang di tetapkan panitia, dan salah seorang panitia membolehkan. Akhirnya saya menuruti apa yang di katakan panitia penyelenggara, namun saat saya menggantungkan sangkar burung dalam kontes kelas murai Bupati Cup, tiba-tiba burung punya saya di turunkan dan tidak boleh ikut kontes, padahal sudah membayar tiket,” kata Maman saat ditemui di lokasi kejadian.

Melihat tindakan panitia, Maman yang datang bersama tim burung dari Kabupaten Majalengka, melayangkan protes kepada panitia, dan terjadi adu mulut. Tiba-tiba salah seorang yang di ketahui sebagai bagian dari panitia penyelenggara, melakukan pemukulan terhadap Maman di bagian kepala. Adanya insiden pemukulan kepada teman satu timnya, memancing kemarahan rekan Maman. Sehingga mereka berusaha masuk ke tengah lapangan kontes. Untung saja keributan tersebut tidak meluas ke peserta lain, karena pihak keamanan segera melakukan penertiban terhadap peserta dan penonton kontes yang terlihat emosi.

Di luar lapangan, sebagian peserta mengecam aksi pemukulan yang di lakukan oleh oknum panitia yang dianggap terlalu berlebihan. Bahkan mereka yang berpihak kepada korban, akan menunggu itikad baik dari pelaku dan seluruh panitia, untuk menyelesaikan permasalahan tersebut.

Salah seorang penonton kontes, Indra (31) asal Ciwalen Garut, berkomentar, kejadian itu sangat memalukan. “Masa gara-gara kontes burung saja, sampai ada yang adu jotos” kata Indra sambil tersenyum. Useu G Ramdani***