BREAKING NEWS : Jalur Bandung – Garut Via Kamojang Sudah Bisa Dilalui

SALAH satu kendaraan saat melintasi longsoran tanah di Jalan Raya Kamojang, Kapung Citepus, Desa Sukakarya, Kecamatan Samarang, Garut, Jawa Barat, Selasa (29/11/2016)*

GARUT, (GE),- Bencana tanah longsor di jalur alternatif Garut-Bandung via Kamojang, tepatnya di Kampung Citepus desa Sukakarya Kecamatan Samarang, Kabupaten Garut, Jawa Barat, sudah bisa dilalui. Namun para pengendara diimbau agar berhati-hati. Pasalnya kontur jalan masih licin dan baru bisa dilalui satu kendaraan roda empat.

Tepat pukul 13.30 WIB tim penanggulangan bencana yang terdiri dari jajaran Muspika Samarang dan BPBD berhasil membersihkan material longsorang yang menutup permukaan jalan. Sebelumnya jalur penghubung Garut-Bandung sempat terputus akibat timbunan material longsoran.

Saksi mata, Deni Herdiansyah mengatakan, kejadian tersebut bermula saat hujan yang sangat deras mengguyur kawasan ini sejak dua hari terakhir, longsoran pun tak bisa dibendung mengingat daerah ini merupakan daerah langganan longsor.


” Longsor terjadi sekira pukul 04.20 WIB pagi tadi, longsor ini sudah kami prediksi karena daerah ini merupakan daerah langganan longsor,” ucapnya.

Selain akibat hujan deras yang mengguyur lokasi sebelum kejadian, Longsoran tebing setinggi 5 meter ini juga diakibatkan oleh adanya pipa pengairan persawahan warga yang bocor.

“Longsor ini juga diakibatkan oleh salah satu pipa pengairan ladang milik warga yang bocor, airnya mengendap didalam tanah, kemudian meluap bersama material longsor lainnya,” ujarnya.

Beruntung tidak ada korban jiwa karena longsor ini, namun arus lalu lintas dari Garut menuju Bandung maupun sebaliknya sempat terganggu beberapa jam. Hingga berita ini diturunkan petugas masih memberlakukan sistem satu arah, karena petugas masih melakukan proses pembersihan material longsor, dengan menggunakan satu alat berat.

Sementara itu, Humas Polres Garut, AKP. Ridwan Tampubolon, mengatakan jalur Bandung-Garut sudah bisa dilalui kendaraan roda empat. Namun menurutnya, pengendara harus ekstra hati-hati. Pasalnya jalan masih licin dan banyak timbunan tanah di bahu jalan.

“Kalau mau melintas sudah bisa dilalui tapi harus hati-hati. Banyak lumpur dan baru bisa dilalui satu kendaraan roda empat. Jadi harus antri,” pungkasnya kepada “GE”, Selasa (29/11/2016). (Hakim AG)***

TULIS KOMENTAR KAMU DI SINI